Puasa bagi anak-anak bisa menjadi tantangan, terutama saat mereka merasa bosan atau kelelahan. Tapi, Moms bisa mengajak si kecil melakukan aktivitas seru saat puasa agar waktu terasa lebih cepat dan anak tetap ceria. Dengan kegiatan yang menyenangkan, puasa jadi pengalaman positif dan menyenangkan bagi mereka. Yuk, temukan inspirasi aktivitas seru yang bisa dilakukan anak di rumah selama bulan Ramadan!
Baca Juga: Menghadapi Puasa Pertama Anak
Aktivitas Seru saat Puasa yang Bisa Dilakukan di Rumah

Saat anak mulai merasa bosan di siang hari saat berpuasa, penting bagi Moms untuk mengajak mereka melakukan kegiatan seru yang tetap ringan dan menyenangkan. Aktivitas ini tidak hanya mengalihkan rasa lapar, tetapi juga mempererat ikatan keluarga dan menambah wawasan si kecil. Berikut beberapa ide aktivitas seru yang bisa dilakukan di rumah:
1. Membuat Kerajinan Bertema Ramadan
Membuat kerajinan tangan bisa jadi kegiatan yang menyenangkan untuk anak selama puasa. Bunda bisa mengajak anak membuat hiasan dinding Ramadan dari kertas warna-warni, kartu ucapan Idulfitri, atau lentera gantung yang cantik. Biarkan anak memilih warna dan menghias sesuai kreativitas mereka.
Selain melatih motorik halus, aktivitas ini juga menumbuhkan semangat menyambut bulan Ramadan. Anak akan merasa senang saat hasil karyanya dipajang di rumah. Kegiatan ini cocok dilakukan pagi hari saat anak masih segar. Buat suasana santai agar anak tidak merasa terbebani. Bunda juga bisa menambahkan cerita Ramadan saat membuat kerajinan bersama.
2. Mewarnai Gambar Ramadan
Mewarnai adalah kegiatan sederhana yang bisa menenangkan anak saat berpuasa. Bunda bisa mencetak gambar bertema Ramadan seperti masjid, bulan sabit, atau anak berbuka puasa. Ajak anak memilih warna sendiri dan biarkan mereka berkreasi bebas. Sambil mewarnai, Bunda bisa bercerita tentang arti puasa atau kisah nabi.
Kegiatan ini bisa jadi waktu berkualitas bersama anak. Cocok dilakukan di sore hari menjelang berbuka saat anak mulai merasa lelah. Jangan lupa puji hasil karya anak agar mereka merasa bangga. Bisa juga ditempel di dinding atau lemari sebagai hiasan Ramadan di rumah.
3. Menonton Film atau Kartun Islami
Menonton film bisa menjadi pilihan kegiatan yang menyenangkan dan tetap edukatif. Bunda bisa memilih film kartun islami seperti kisah nabi, cerita sahabat Rasul, atau animasi yang mengajarkan nilai kebaikan. Pilih film berdurasi pendek agar anak tidak bosan. Tontonan seperti ini membuat anak belajar tanpa merasa digurui.
Pastikan Bunda menemani anak menonton agar bisa menjelaskan jika ada hal yang belum dipahami. Waktu terbaik untuk menonton adalah siang atau sore hari. Pilih tempat yang nyaman agar anak bisa rileks. Setelah menonton, ajak anak berdiskusi tentang pesan moral dari film tersebut.
4. Membaca Buku Cerita Islami
Membaca buku bersama anak bisa mempererat hubungan dan menambah wawasan mereka tentang Islam. Pilih buku bergambar dengan cerita islami seperti kisah nabi, sahabat Rasul, atau dongeng islami yang sarat pesan moral. Gunakan suara yang ekspresif dan penuh semangat agar anak tertarik.
Cerita bisa disampaikan setelah salat atau menjelang berbuka. Bunda juga bisa menambahkan pertanyaan ringan agar anak ikut berpikir. Kegiatan ini membantu anak belajar dengan cara menyenangkan. Jika anak belum bisa membaca, biarkan mereka melihat gambar sambil mendengarkan cerita. Bacakan dengan penuh kasih sayang agar anak merasa nyaman.
5. Membantu Menyiapkan Menu Takjil
Melibatkan anak di dapur bisa jadi kegiatan menyenangkan sekaligus mengajarkan tanggung jawab. Ajak anak mencuci buah, mengaduk adonan, atau menyusun takjil di piring kecil. Meskipun masih kecil, mereka bisa berkontribusi dengan tugas ringan. Selain membuat anak sibuk, kegiatan ini juga mempererat hubungan Bunda dan si kecil.
Biarkan anak merasa bangga karena ikut menyiapkan hidangan untuk keluarga. Pilih resep sederhana dan aman untuk anak. Saat berbuka, puji usaha anak agar mereka senang. Aktivitas ini juga bisa menjadi momen belajar mengenal bahan makanan dan cara bersyukur.
6. Bermain Permainan Edukatif Bertema Ramadan
Permainan edukatif bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu puasa anak dengan cara seru dan bermanfaat. Gunakan board game islami, teka-teki huruf hijaiyah, atau kuis sederhana tentang Ramadan. Bisa juga buat kartu tantangan seperti “bantu ibu” atau “tidak mengeluh.” Kegiatan ini melatih otak dan menanamkan nilai agama sejak dini.
Bunda bisa bermain bersama anak agar suasana lebih akrab. Permainan ini cocok dilakukan di siang atau sore hari. Jangan lupa beri apresiasi jika anak berhasil menyelesaikan tantangan. Dengan bermain sambil belajar, anak jadi lebih semangat menjalani puasa tanpa merasa terbebani.
Tips Membuat Anak Semangat Berpuasa

Agar si kecil tidak mudah lelah atau bosan, Moms perlu tahu tips membuat anak semangat berpuasa sejak dini. Dengan pendekatan yang hangat dan menyenangkan, puasa bisa jadi pengalaman seru dan berkesan bagi mereka!
1. Berikan Contoh yang Baik
Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dari orang tuanya. Jika Bunda dan Ayah menjalani puasa dengan semangat dan sikap positif, anak pun akan mencontohnya. Tunjukkan bahwa puasa bukan beban, melainkan ibadah yang menyenangkan dan penuh pahala.
2. Buat Jadwal Harian yang Menyenangkan
Agar anak tidak bosan, Bunda bisa membuat jadwal kegiatan harian selama Ramadan. Sisipkan waktu untuk bermain, beribadah, membaca buku cerita Islami, dan membantu menyiapkan takjil. Dengan jadwal yang teratur, anak lebih mudah menjalani hari tanpa merasa waktu berjalan lama.
3. Libatkan Anak dalam Aktivitas Ramadan
Ajak anak ikut menyiapkan sahur, membuat takjil, atau membungkus makanan untuk berbagi. Melibatkan mereka dalam kegiatan Ramadan bisa menumbuhkan rasa antusias dan menjadikan puasa sebagai momen yang menyenangkan dan dinanti-nanti.
4. Beri Pujian dan Apresiasi
Setelah anak menyelesaikan puasanya, berikan pujian atau hadiah kecil seperti stiker, bintang, atau makanan favorit saat berbuka. Pujian dari orang tua bisa membangkitkan rasa bangga dan mendorong mereka untuk lebih semangat menjalani puasa di hari-hari berikutnya.
5. Ceritakan Kisah-Kisah Islami yang Menginspirasi
Dongeng Islami tentang anak-anak saleh, sahabat nabi, atau kisah Ramadan yang ringan bisa menjadi motivasi bagi si kecil. Bunda bisa menceritakannya sebelum tidur atau setelah salat. Cerita-cerita tersebut akan membuat anak lebih mengenal nilai puasa dan makna kesabaran.
6. Jangan Memaksakan, Berikan Pemahaman Bertahap
Jika anak baru belajar puasa, Bunda tidak perlu memaksanya untuk langsung puasa penuh. Bisa dimulai dengan puasa setengah hari atau puasa bertahap. Berikan pengertian bahwa niat berpuasa sudah menjadi langkah awal yang baik, dan puasa bisa disempurnakan seiring waktu.
Baca Juga: Tanda Anak Siap Puasa dan Usia Ideal untuk Mulai Puasa
Dengan dukungan penuh cinta dan suasana yang menyenangkan, anak akan merasa lebih termotivasi menjalani ibadah puasa dengan semangat dan bahagia. Yuk, jadikan Ramadan tahun ini penuh makna dan keceriaan untuk si kecil!