Setelah melahirkan, banyak Bunda mulai sadar rambut terasa lebih mudah rontok saat keramas atau menyisir rambut. Kondisi ini sebenarnya cukup normal terjadi karena perubahan hormon setelah persalinan. Tidak sedikit juga yang mulai mencari cara menumbuhkan baby hair agar rambut kembali terlihat lebih penuh dan sehat. Apalagi setelah fase postpartum, area dahi dan garis rambut biasanya terlihat lebih tipis dibanding sebelumnya.
Baca juga: Cara Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan
Munculnya baby hair memang sering menjadi tanda kalau rambut mulai tumbuh kembali setelah mengalami kerontokan pasca melahirkan. Namun, proses tumbuhnya rambut baru tentu tidak bisa instan. Bunda perlu merawat kulit kepala dengan tepat supaya baby hair bisa tumbuh lebih sehat, kuat, dan tidak mudah patah. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut baru setelah postpartum.
5 Cara Menumbuhkan Baby Hair Setelah Postpartum

1. Perhatikan Nutrisi Harian agar Rambut Tumbuh Lebih Sehat
Banyak Bunda fokus merawat rambut dari luar, padahal pertumbuhan baby hair juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian. Setelah melahirkan dan menyusui, tubuh membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk proses pemulihan sekaligus produksi ASI. Kalau kebutuhan nutrisi tidak tercukupi, tubuh biasanya akan memprioritaskan organ penting dibanding pertumbuhan rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih mudah rontok dan pertumbuhan rambut baru terasa lebih lambat.
Cobalah mulai memperbanyak makanan tinggi protein, zat besi, vitamin D, zinc, dan omega-3. Telur, ikan, sayuran hijau, alpukat, serta kacang-kacangan bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi rambut dari dalam tubuh. Selain itu, jangan lupa minum air putih yang cukup supaya kulit kepala tetap sehat dan tidak kering. Saat tubuh mendapatkan nutrisi yang baik, pertumbuhan baby hair biasanya juga menjadi lebih optimal dan rambut terasa lebih kuat.
Baca juga: Penumbuh Rambut Alami Anti Rontok dan Memesona
2. Hindari Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang ternyata bisa membuat akar rambut semakin stres setelah postpartum. Banyak ibu menyusui memilih mengikat rambut supaya lebih praktis saat mengurus bayi. Namun kalau dilakukan terlalu sering, kondisi ini bisa menarik akar rambut secara terus-menerus dan memperparah kerontokan di area depan kepala.
Bunda bisa mulai menggunakan ikat rambut berbahan lembut dan mengurangi gaya rambut yang terlalu ketat. Saat di rumah, biarkan rambut tergerai agar kulit kepala lebih rileks. Selain membantu mengurangi rambut rontok, cara ini juga bisa membantu pertumbuhan baby hair di area garis rambut depan yang biasanya mulai menipis setelah melahirkan. Semakin sehat kondisi akar rambut, semakin baik juga proses tumbuhnya rambut baru.
Baca juga: Rekomendasi Sampo Non SLS untuk Ibu Hamil dan Busui
3. Gunakan Haircare yang Fokus Merawat Akar Rambut
Perawatan rambut setelah postpartum sebaiknya tidak hanya fokus membuat rambut wangi atau halus saja. Bunda juga perlu memilih produk yang membantu merawat akar rambut secara langsung supaya pertumbuhan baby hair lebih maksimal. Sekarang sudah ada rangkaian GabaG Beauty Haircare terdiri dari Hair Supplement Shampoo, Keratin Conditioner, dan Serum & Refreshing Spray yang saling melengkapi untuk bantu mengurangi rambut rontok sekaligus support hair growth.
Hair Supplement Shampoo dari GabaG diformulasikan Non-SLS sehingga tetap nyaman digunakan setiap hari tanpa membuat kulit kepala terasa kering. Conditioner-nya membantu rambut terasa lebih lembut dan mudah diatur, sedangkan Serum & Refreshing Spray membantu menutrisi rambut langsung dari akar hingga ujung rambut. Sekarang udah ada hair supplement tanpa diminum, langsung pakai dari GabaG Beauty. Praktis dipakai sehari-hari untuk membantu mendukung pertumbuhan baby hair setelah postpartum.
4. Pijat Kulit Kepala Secara Rutin
Cara sederhana lain yang sering diremehkan adalah pijat kulit kepala. Padahal, pijatan ringan bisa membantu melancarkan aliran darah ke area kulit kepala sehingga nutrisi lebih mudah sampai ke akar rambut. Saat sirkulasi darah lancar, proses pertumbuhan rambut baru juga biasanya menjadi lebih baik.
Bunda bisa memijat kulit kepala selama beberapa menit saat keramas atau sebelum tidur. Gunakan ujung jari dengan gerakan memutar secara perlahan agar kulit kepala terasa lebih rileks. Hindari menggaruk terlalu keras karena bisa membuat akar rambut semakin lemah. Kalau dilakukan rutin, pijatan sederhana ini bisa membantu mempercepat tumbuhnya baby hair dan membuat rambut terasa lebih sehat.
5. Kurangi Penggunaan Alat Styling Panas
Setelah melahirkan, kondisi rambut biasanya lebih sensitif dibanding sebelumnya. Penggunaan catokan, curling iron, atau hair dryer dengan suhu terlalu panas bisa membuat rambut semakin rapuh dan mudah patah. Akibatnya, rambut baru yang mulai tumbuh juga lebih mudah rusak sebelum panjang sempurna.
Kalau memang perlu menggunakan alat styling, pastikan Bunda memakai suhu rendah dan tidak terlalu sering. Biarkan rambut kering alami sesekali agar kondisi batang rambut tetap sehat. Selain itu, pilih produk perawatan rambut yang membantu menjaga kelembaban rambut supaya baby hair yang baru tumbuh tidak mudah kering atau patah. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, rambut biasanya akan kembali terlihat lebih tebal dan sehat secara perlahan.
Baca juga: Mengapa Rambut Rontok saat Hamil dan Menyusui?
Rambut rontok setelah melahirkan memang sering bikin khawatir, tetapi kondisi ini sebenarnya normal terjadi pada banyak ibu. Yang terpenting, Bunda tetap merawat rambut dengan baik dan sabar menjalani proses pemulihannya. Dengan nutrisi yang cukup, perawatan akar rambut yang tepat, dan penggunaan produk yang sesuai, pertumbuhan baby hair bisa lebih maksimal sehingga rambut kembali terasa sehat dan indah. Jangan lupa pilih produk perawatan rambut yang nyaman dipakai setiap hari seperti rangkaian dari GabaG Indonesia agar rambut tetap terawat selama masa menyusui.





