Bunda sedang hamil muda dan mulai melihat guratan halus berwarna kemerahan di sekitar perut, paha, atau payudara? Wah, kemungkinan besar itu adalah stretchmark saat hamil muda, Bun. Meskipun hal ini sering bikin Bunda jadi kurang percaya diri, sebenarnya stretchmark adalah kondisi yang sangat umum terjadi pada masa kehamilan. Bahkan, menurut beberapa studi, lebih dari 50% ibu hamil akan mengalami stretchmark di masa kehamilannya—termasuk di trimester pertama atau kedua.
Biasanya, stretchmark saat hamil muda muncul karena kombinasi dari peregangan kulit yang terjadi terlalu cepat serta perubahan hormon yang drastis. Meskipun terlihat mengganggu secara visual, kondisi ini tidak berbahaya dan tidak memengaruhi kesehatan janin, ya, Bun. Tapi supaya Bunda tidak bingung dan lebih siap, yuk kita bahas lima penyebab utamanya secara lebih detail!
Penyebab Munculnya Stretchmark saat Hamil Muda

1. Peregangan Kulit yang Terlalu Cepat
Salah satu penyebab utama stretchmark saat hamil muda adalah peregangan kulit yang terlalu cepat. Saat janin mulai tumbuh, tubuh Bunda akan mengalami penyesuaian, terutama di bagian perut, payudara, pinggul, dan paha. Kulit yang harus mengikuti pertumbuhan ini akan meregang. Kalau peregangannya berlangsung dalam waktu singkat, lapisan kulit bagian dalam bisa mengalami robekan mikro yang terlihat sebagai guratan merah atau ungu.
Baca juga: 5 Penyebab Stretchmark pada Remaja yang Bunda Perlu Tahu
Selain itu, perubahan ukuran payudara yang signifikan juga sering kali menyebabkan peregangan kulit. Jadi jangan heran kalau stretchmark tidak hanya muncul di perut saja. Ini adalah proses alami dan umum terjadi, Bun. Namun, Bunda tetap bisa meminimalkan risikonya dengan menjaga kelembapan kulit sejak awal kehamilan.
2. Perubahan Hormon Kehamilan
Hormon kehamilan juga memegang peran penting dalam munculnya stretchmark saat hamil muda. Hormon seperti estrogen dan relaksin membantu mempersiapkan tubuh untuk kehamilan dan persalinan. Tapi efek sampingnya, hormon-hormon ini juga membuat serat kolagen dan elastin di kulit jadi lebih lembek.
Serat kolagen dan elastin inilah yang berfungsi menjaga elastisitas kulit. Kalau kekuatannya berkurang karena perubahan hormon, kulit jadi lebih mudah robek saat mengalami tekanan atau peregangan. Inilah kenapa sebagian Bunda sudah mulai melihat stretchmark meski usia kehamilannya masih sangat awal.
3. Faktor Genetik
Bunda pernah mendengar istilah “turunan dari orang tua”? Nah, hal ini juga berlaku pada kondisi stretchmark saat hamil muda. Jika ibu atau kakak perempuan Bunda mengalami stretchmark selama kehamilan, kemungkinan besar Bunda juga akan mengalaminya. Gen memengaruhi seberapa kuat dan elastis kulit seseorang dalam menghadapi peregangan saat hamil.
Baca juga: Penyebab Stretch Mark Merah dan Cara Menghilangkannya
Meskipun kita tidak bisa mengubah faktor genetik, Bunda tetap bisa mengurangi efek stretchmark dengan cara menjaga kelembapan kulit secara rutin, konsumsi makanan kaya kolagen, dan minum air putih yang cukup. Dengan begitu, kulit jadi lebih sehat dan siap menghadapi perubahan selama kehamilan.
4. Elastisitas Kulit yang Rendah
Setiap orang memiliki elastisitas kulit yang berbeda-beda. Bagi sebagian Bunda, elastisitas kulit bisa sangat bagus sehingga minim sekali tanda peregangan. Namun bagi Bunda yang memiliki elastisitas kulit rendah, munculnya stretchmark saat hamil muda bisa jadi lebih jelas dan cepat.
Kulit yang kurang elastis akan sulit kembali ke bentuk semula setelah meregang. Maka dari itu, penting banget untuk menjaga kelembapan kulit dari luar dan dalam. Bunda bisa rutin menggunakan krim atau minyak khusus ibu hamil yang diformulasikan untuk menjaga elastisitas kulit, seperti yang mengandung vitamin E, cocoa butter, atau almond oil.
5. Kenaikan Berat Badan yang Terlalu Cepat
Peningkatan berat badan yang drastis dalam waktu singkat adalah pemicu lainnya dari stretchmark saat hamil muda. Biasanya, hal ini terjadi karena perubahan hormon membuat nafsu makan meningkat, lalu tubuh menyimpan lebih banyak lemak sebagai cadangan energi untuk kehamilan.
Ketika berat badan naik terlalu cepat, kulit dipaksa meregang lebih dari kemampuan alaminya. Akibatnya, jaringan kulit bagian dalam robek dan membentuk stretchmark. Untuk mencegahnya, Bunda bisa mulai menjaga pola makan sehat sejak trimester pertama, tanpa diet ekstrem tentunya, karena janin tetap butuh asupan gizi optimal.
Apa yang Harus Dilakukan Bila Muncul Stretchmark saat Hamil Muda?
Kalau stretchmark saat hamil muda sudah mulai tampak, Bunda tidak perlu panik. Seperti yang disebutkan tadi, kondisi ini normal dan hampir semua ibu hamil mengalaminya. Langkah pertama yang bisa Bunda lakukan adalah menjaga kelembapan kulit. Gunakan lotion atau oil khusus untuk ibu hamil secara rutin setelah mandi atau sebelum tidur.
GabaG Beauty Stretch Mark Essence Serum adalah solusi perawatan kulit untuk Bunda yang ingin memudarkan stretch mark di area perut, paha, dan pinggul saat hamil. Diperkaya dengan bahan alami seperti ekstrak centella asiatica, licorice, dan minyak argan, serum ini membantu meningkatkan elastisitas kulit sekaligus mengurangi tampilan stretch mark secara bertahap.
Baca juga: Penyebab Gatal pada Ibu Menyusui, Atasi dengan Cara Ini, Bunda!
Selain itu, konsumsi makanan yang tinggi vitamin C, E, kolagen, dan zinc bisa bantu memperbaiki jaringan kulit dari dalam. Minum air putih yang cukup juga penting banget untuk menjaga elastisitas kulit. Dan yang paling penting, Bunda jangan terlalu stres, karena stres justru bisa memperparah kondisi kulit secara keseluruhan.
Ingat ya, Bun, stretchmark adalah bagian dari proses alami menjadi ibu. Tidak ada yang perlu ditutupi atau disesali. Yang penting, Bunda tetap menjaga diri, bayi dalam kandungan, dan tetap percaya diri!.





