Setiap anak memang punya perkembangan yang berbeda-beda, termasuk dalam hal bicara. Tapi, Bunda perlu waspada kalau anak menunjukkan tanda-tanda speech delay atau keterlambatan bicara. Kondisi ini bisa membuat anak kesulitan mengungkapkan keinginannya, yang kadang bikin frustasi baik untuk anak maupun orang tua. Kenali tanda speech delay sejak dini agar Bunda bisa segera memberikan stimulasi atau bantuan yang tepat sesuai kebutuhan anak.
Apa itu Speech Delay?
Speech delay adalah kondisi ketika anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan kemampuan berbicara dibandingkan anak-anak seusianya. Anak dengan speech delay biasanya belum bisa mengucapkan kata-kata sederhana pada usia yang seharusnya sudah mulai lancar berbicara. Misalnya, di usia 2 tahun belum bisa merangkai dua kata atau sulit dipahami saat berbicara.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya stimulasi, gangguan pendengaran, hingga kondisi medis tertentu. Penting bagi Bunda untuk mengenali ciri-cirinya sejak awal agar tumbuh kembang si Kecil bisa didukung secara optimal.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Aktivitas Anak Indonesia Hebat
Tanda-Tanda Anak Speech Delay

Setiap anak memang punya kecepatan tumbuh kembang yang unik, tapi ada batas usia tertentu yang bisa jadi acuan. Kalau anak belum menunjukkan kemampuan bicara sesuai usianya, Bunda perlu waspada. Berikut ini adalah beberapa tanda speech delay yang bisa Bunda perhatikan sejak dini.
1. Usia 12 Bulan
Di usia satu tahun, biasanya anak sudah bisa mengucapkan kata sederhana seperti “mama” atau “dada”. Namun, jika si Kecil belum mengucapkan kata-kata tersebut, Bunda perlu mulai memperhatikan. Selain itu, anak yang mengalami speech delay juga jarang merespons suara di sekitarnya. Misalnya, tidak menoleh saat namanya dipanggil atau tidak menanggapi suara yang cukup keras.
Anak juga jarang mengeluarkan bunyi celoteh seperti “ba-ba” atau “ta-ta”. Padahal, celoteh adalah bagian penting dalam perkembangan bicara awal. Jika Bunda merasa si Kecil terlalu tenang atau tidak banyak bersuara, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga ahli agar bisa diperiksa lebih lanjut.
2. Usia 18 Bulan
Saat anak memasuki usia 18 bulan, biasanya ia sudah bisa menyebutkan beberapa kata dan menirukan suara orang dewasa. Namun, anak yang mengalami speech delay biasanya hanya memiliki sedikit kata dalam kosakatanya. Bahkan sering kali belum sampai enam kata yang bisa ia ucapkan. Ia juga terlihat kesulitan meniru ucapan sederhana yang sering didengarnya.
Padahal, kemampuan meniru adalah bagian penting dari proses belajar bicara. Bila anak jarang berbicara atau tidak mencoba mengulang apa yang Bunda katakan, hal ini bisa menjadi tanda keterlambatan bicara. Tidak perlu langsung panik, tapi penting untuk mulai memperhatikan dan memberikan stimulasi tambahan secara konsisten.
3. Usia 2 Tahun
Di usia dua tahun, anak umumnya sudah mulai bisa merangkai dua kata sederhana. Contohnya seperti “mau susu” atau “ambil bola”. Tapi jika anak belum bisa menggabungkan dua kata, atau hanya mengucapkan satu kata saja secara acak, Bunda sebaiknya waspada. Anak juga mungkin terlihat sulit dimengerti saat berbicara. Bahkan oleh orang tuanya sendiri.
Ini bisa membuat anak mudah frustasi karena tidak bisa menyampaikan keinginannya dengan jelas. Jika Bunda merasa si Kecil tidak berkembang secepat anak seusianya, cobalah untuk memberikan lebih banyak stimulasi. Bisa juga berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik sesuai kondisi anak.
4. Usia 3 Tahun
Anak usia tiga tahun biasanya sudah mulai bisa berbicara lebih panjang dan bercerita sederhana. Misalnya, menceritakan apa yang ia lakukan hari ini. Tapi, jika anak belum bisa menjawab pertanyaan seperti “nama kamu siapa?” atau belum bisa menyusun kalimat pendek, ini bisa jadi tanda speech delay. Anak mungkin juga sering sulit dimengerti saat bicara.
Ucapannya terdengar kurang jelas, atau kata-katanya tidak berurutan. Meskipun anak aktif dan suka bermain, tapi kemampuan bicara yang tidak berkembang sesuai usia tetap perlu diperhatikan. Semakin cepat ditangani, maka semakin besar peluang anak untuk mengejar ketertinggalannya dengan bantuan yang tepat.
5. Kurang Bereaksi terhadap Suara
Anak yang mengalami speech delay sering kali juga menunjukkan reaksi yang minim terhadap suara. Misalnya, anak tidak menoleh saat Bunda memanggil namanya, atau tidak terkejut ketika mendengar suara keras seperti piring jatuh. Ini bisa jadi tanda bahwa kemampuan pendengarannya terganggu. Karena mendengar adalah kunci dari proses belajar berbicara, maka gangguan pendengaran bisa menyebabkan anak kesulitan bicara.
Jika si Kecil tidak merespons suara-suara di sekitarnya, sebaiknya segera periksa pendengarannya ke dokter. Dengan begitu, Bunda bisa tahu apakah perlu tindakan lanjutan, seperti terapi atau penggunaan alat bantu dengar untuk mendukung tumbuh kembangnya.
6. Tidak Menggunakan Gestur atau Kontak Mata
Selain bicara, anak biasanya juga menunjukkan kemampuan komunikasi melalui gestur dan kontak mata. Misalnya, menunjuk ke arah mainan yang diinginkan atau melambaikan tangan saat pamit. Tapi anak dengan speech delay sering kali tidak melakukan hal tersebut. Mereka cenderung pasif, tidak menunjuk, tidak mengangguk, atau tidak menggunakan ekspresi wajah.
Kontak matanya pun sering kali minim. Padahal, gestur dan kontak mata adalah bagian dari komunikasi awal sebelum anak lancar bicara. Jika Bunda melihat si Kecil jarang menatap saat diajak bicara atau tidak menunjukkan ekspresi ketika berinteraksi, ini bisa jadi tanda ada keterlambatan dalam kemampuan komunikasinya.
Baca Juga: Cara Menumbuhkan Minat Baca pada Anak
Kapan Harus ke Dokter atau Terapis?

Bunda pasti ingin yang terbaik untuk si Kecil, termasuk dalam hal tumbuh kembangnya. Saat Bunda mulai merasa anak mengalami keterlambatan bicara, penting untuk tidak menunda mencari bantuan. Jika di usia 12 bulan anak belum bisa mengucapkan satu kata pun, sebaiknya Bunda mulai berkonsultasi. Apalagi jika si Kecil juga tidak merespons saat namanya dipanggil atau tidak melakukan celoteh. Saat usia anak menginjak 18 bulan dan belum bisa menyebutkan minimal enam kata, ini bisa jadi tanda awal speech delay.
Di usia 2 tahun, anak seharusnya sudah mulai merangkai dua kata sederhana. Bila belum, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter tumbuh kembang atau terapis wicara. Apalagi jika anak terlihat frustrasi karena tidak bisa menyampaikan keinginannya. Anak juga perlu diperiksa jika tidak merespons suara atau jarang melakukan kontak mata. Pemeriksaan awal akan membantu memastikan apakah anak hanya mengalami keterlambatan ringan atau ada gangguan lain.
Baca Juga: Cara Mendidik Anak Berkata Jujur, Ikuti Bun!
Semakin cepat diketahui, semakin mudah penanganannya. Jangan ragu membawa anak ke dokter atau terapis, karena konsultasi lebih awal bisa sangat membantu. Dengan bantuan ahli, Bunda bisa tahu langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dukungan dari Bunda adalah kunci utama agar si Kecil bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal sesuai usianya.





