[xoo_wsc_cart]

5 Penyebab ASI Berkurang dan Cara Mengatasinya!

Bagikan :
Picture of Fandy Sundoro
Fandy Sundoro
5 Penyebab ASI Berkurang dan Cara Mengatasinya!

Bunda, saat menyusui, mungkin pernah merasa khawatir karena tiba-tiba ASI berkurang. Kondisi ini wajar terjadi dan bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari pola menyusui yang tidak teratur, kelelahan, hingga stres. Padahal, ASI sangat penting untuk tumbuh kembang si kecil, terutama di masa awal kehidupannya.

Untuk itu, penting bagi Bunda mengenali penyebab ASI berkurang dan mengetahui cara yang tepat untuk mengatasinya agar produksi ASI tetap lancar dan mencukupi kebutuhan bayi. Kira-kira apa saja penyebab ASI berkurang, ya Bun? Cari tahu di artikel ini hingga akhir, yuk!

Penyebab ASI Berkurang dan Cara Mengatasinya

Penyebab ASI Berkurang dan Cara Mengatasinya

Bunda, pernah merasa khawatir karena produksi ASI berkurang secara tiba-tiba? Jangan panik dulu, kondisi ini wajar terjadi, kok. Namun, penting bagi Bunda untuk tahu penyebab utamanya agar bisa segera mengatasi dan menjaga produksi ASI tetap lancar. Berikut beberapa penyebab ASI berkurang dan cara mengatasinya yang bisa Bunda lakukan di rumah:

1. Frekuensi Menyusui atau Memompa yang Jarang

Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand atau permintaan dan suplai. Semakin sering payudara dikosongkan, maka semakin banyak ASI yang diproduksi oleh tubuh. Jika Bunda jarang menyusui atau memompa, tubuh akan mengira kebutuhan ASI berkurang. Akibatnya, produksi ASI pun ikut menurun secara bertahap. Ini bisa terjadi tanpa disadari, apalagi jika bayi tidur lebih lama atau diberi tambahan susu formula.

Untuk mengatasinya, coba susui bayi atau pompa ASI setiap 2–3 jam sekali. Jangan tunggu payudara terasa penuh dulu baru menyusui. Semakin rutin Bunda menyusui, tubuh akan terbiasa memproduksi ASI dalam jumlah yang sesuai kebutuhan si kecil.

2. Stres dan Kelelahan Berlebihan

Stres dan kelelahan bisa memengaruhi hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang berperan dalam produksi ASI. Saat Bunda merasa cemas, lelah, atau kurang tidur, tubuh akan lebih sulit memproduksi hormon prolaktin dan oksitosin. Padahal, kedua hormon ini sangat penting untuk melancarkan keluarnya ASI.

Jika dibiarkan, ASI bisa berkurang dan bayi jadi tidak puas menyusu. Untuk mengatasinya, coba cari waktu untuk istirahat sejenak. Minta bantuan suami atau keluarga agar Bunda bisa tidur lebih nyenyak. Lakukan hal-hal yang membuat rileks seperti mandi air hangat, mendengarkan musik tenang, atau sekadar duduk santai sambil minum air hangat.

3. Kurangnya Asupan Nutrisi yang Seimbang

Apa yang Bunda makan sangat memengaruhi kualitas dan jumlah ASI yang diproduksi. Jika asupan makanan kurang bergizi atau cairan tubuh tidak cukup, produksi ASI bisa menurun. Tubuh membutuhkan energi dan nutrisi yang cukup untuk membuat ASI. Jika tidak terpenuhi, maka jumlah ASI juga akan ikut berkurang.

Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk makan makanan bergizi seperti sayuran hijau, buah segar, daging tanpa lemak, serta biji-bijian. Jangan lupa juga minum air putih minimal 2–3 liter setiap hari. Hindari melewatkan waktu makan karena bisa memengaruhi energi dan kesehatan Bunda secara keseluruhan.

4. Pelekatan Bayi yang Salah

Pelekatan yang salah saat menyusui bisa menyebabkan ASI tidak keluar dengan optimal. Jika bayi hanya mengisap bagian ujung puting, maka isapannya tidak maksimal. Akibatnya, ASI tidak tersedot habis dan payudara tidak terstimulasi dengan baik. Hal ini dapat membuat produksi ASI menurun seiring waktu.

Bayi pun bisa menjadi frustrasi karena ASI tidak keluar banyak. Untuk mengatasi hal ini, perhatikan posisi menyusui dan pelekatan mulut bayi. Pastikan mulut bayi membuka lebar dan mencakup sebagian besar areola, bukan hanya puting. Jika Bunda kesulitan, jangan ragu berkonsultasi dengan konselor laktasi agar bisa mendapatkan bantuan langsung.

5. Penggunaan Dot Terlalu Dini atau Jadwal Menyusui Kaku

Penggunaan dot atau botol susu terlalu awal bisa membuat bayi bingung puting. Bayi jadi malas menyusu langsung karena terbiasa dengan aliran susu dari dot yang lebih mudah. Akibatnya, payudara jadi jarang disusui dan produksinya menurun. Selain itu, jadwal menyusui yang terlalu kaku juga bisa menjadi masalah.

Setiap bayi punya kebutuhan yang berbeda, jadi penting untuk menyusui sesuai permintaan (on-demand). Hindari menunda menyusui hanya karena belum masuk waktu jadwal. Untuk menjaga produksi ASI tetap lancar, sebaiknya hindari penggunaan dot sampai bayi terbiasa menyusu langsung. Dengarkan sinyal lapar dari bayi dan susui sesering mungkin.

Baca Juga: Tips Menyusui Saat Mudik Lebaran

Dengan mengetahui penyebab utama ASI berkurang ini, Bunda bisa segera mengambil langkah yang tepat agar ASI kembali lancar dan si kecil mendapatkan nutrisi terbaik untuk tumbuh kembangnya. Tetap semangat, Bunda!

Produk Terbaik

Produk Terbaik

JualSling Double Insulated Compartment Cappucino Black, Creamy, Salem, Chocolate

17% OFF

17% OFF

Rp445.000

Rated 5 out of 5

2RB+ Terjual

JualGabag – Tas Asi – Cooler Bag Sling Single Compartment Mint Grape Bubble

17% OFF

19-17% OFF

Rp339.000

Rated 5 out of 5

215 Terjual

JualThermalbag – New Single Coolerbag Electra / Cooper / Freya

41% OFF

41-0% OFF

Rp260.000

Rated 5 out of 5

1RB+ Terjual

JualGabaG Tas Diaper Bag Umma – Blueberry – Khaki – Tas Perlengkapan Bayi | Tote Diaperbag

55% OFF

55% OFF

Rp329.000

Rated 5 out of 5

73 TERJUAL

JualGabaG Caddy bag – Diaper Bag Besar  | multifungsi | Sekat Rapih dan luas

17% OFF

17% OFF

Rp399.000

Rated 5 out of 5

13 Terjual

JualGabag Cooler Bag GEMINI

NEW ARRIVAL

Rp368.460

Rp0

NEW ARRIVAL

18% OFF

Rp445.000

Rated 5 out of 5

171 Terjual

Trending Artikel

Cara Simpan ASI di Kulkas Dua Pintu
Ibu dan Anak
Cara Simpan ASI di Kulkas Dua Pintu
Tips Menyimpan ASI Anti Panik dengan Cooler Bag ASI Terbaik
Ibu dan Anak
Tips Menyimpan ASI Anti Panik dengan Cooler Bag ASI Terbaik
ASI Tahan Berapa Lama di Cooler Bag Moms Wajib Baca Ini!
Ibu dan Anak
ASI Tahan Berapa Lama di Cooler Bag? Moms Wajib Baca Ini!
Pilih FIFO atau LIFO untuk ASI
Ibu dan Anak
Pilih FIFO atau LIFO untuk ASI?
Ini 5 Cooler Bag ASI Terbaik GabaG 2026
Ibu dan Anak
Ini 5 Cooler Bag ASI Terbaik GabaG 2026
Cara Simpan ASI di Chiller Kulkas Bawah
Ibu dan Anak
Cara Simpan ASI di Chiller Kulkas Bawah
Keranjang Anda0
There are no products in the cart!
Pilih Kupon di Bawah
Scroll to Top