Sebelum melanjutkan membaca artikel ini, Bunda harus paham kalau perkembangan bicara anak memang bisa berbeda-beda. Tapi, ada batas waktu yang seharusnya jadi acuan. Misalnya, anak usia 12–18 bulan biasanya sudah bisa mengucapkan beberapa kata bermakna. Nah, kalau si Kecil belum menunjukkan kemampuan bicara sesuai usianya, bisa jadi itu termasuk ciri anak terlambat bicara.
Baca juga: 5 Cara Melatih Anak Berbicara dengan Stimulasi Mudah dari Rumah
Terlambat bicara atau speech delay bisa terjadi karena banyak faktor, seperti minimnya stimulasi, gangguan pendengaran, atau kondisi medis tertentu. Makanya, penting banget bagi Bunda untuk mengenali ciri anak terlambat bicara sejak dini agar bisa segera memberikan bantuan yang tepat. Yuk, kita bahas satu per satu ciri-cirinya agar Bunda tahu!.
7 Ciri Anak Terlambat Bicara

1. Tidak Menoleh Saat Namanya Dipanggil
Salah satu ciri anak terlambat bicara yang paling sering muncul adalah tidak merespon saat namanya dipanggil. Padahal, bayi usia 6 bulan ke atas umumnya sudah mulai mengenali namanya sendiri. Ketika Bunda memanggil si Kecil tapi ia tidak menoleh atau memberikan respons, ini bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan komunikasi atau bahkan masalah pendengaran.
Respons terhadap nama adalah bentuk komunikasi awal yang menunjukkan si Kecil mulai mengenali lingkungannya. Jika di usia 12 bulan anak masih belum memberikan reaksi saat dipanggil, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Bisa jadi ini bukan sekadar masalah bicara, tapi juga menyangkut kemampuan sensorik atau atensi.
Baca juga: Tanda Anak Kekurangan Gizi dan Cara Mengatasinya
2. Tidak Babbling di Usia 6 Bulan
Babbling atau celoteh ringan seperti “ba-ba” atau “ma-ma” adalah tahap penting dalam perkembangan bicara. Jika si Kecil tidak menunjukkan babbling sama sekali di usia 6 bulan, ini termasuk ciri anak terlambat bicara yang perlu Bunda waspadai.
Babbling bukan hanya soal lucu-lucuan, tapi sebenarnya merupakan latihan otot mulut, lidah, dan suara. Kalau anak melewatkan fase ini, besar kemungkinan ia akan mengalami keterlambatan dalam menyusun kata dan kalimat saat usianya bertambah.
Baca juga: Mengenal Generasi Alpha yang Penuh Ide
3. Tidak Menunjuk atau Menggunakan Bahasa Tubuh
Kemampuan menunjuk adalah bentuk komunikasi non-verbal yang biasanya muncul sebelum anak bisa berbicara lancar. Bila si Kecil di usia 12 bulan tidak bisa menunjuk benda atau menunjukkan keinginannya dengan bahasa tubuh, ini bisa jadi ciri anak terlambat bicara.
Bahasa tubuh seperti menunjuk, melambai, atau mengangkat tangan untuk digendong menandakan bahwa anak memahami interaksi sosial. Jika ia tidak melakukannya, ada kemungkinan kemampuan komunikasinya sedang terganggu. Ini juga bisa jadi sinyal adanya hambatan pada perkembangan sosial atau emosional.
4. Tidak Mengucapkan Kata Bermakna di Usia 16 Bulan
Pada usia 16 bulan, anak seharusnya sudah bisa mengucapkan beberapa kata bermakna seperti “mama”, “dada”, atau “mau”. Jika si Kecil belum mengucapkan satu pun kata dengan makna yang jelas, ini termasuk ciri anak terlambat bicara yang serius.
Kosa kata di usia ini memang belum banyak, tapi setidaknya sudah ada usaha dari anak untuk menyampaikan keinginan atau kebutuhan lewat kata-kata. Bila tidak, bisa jadi anak mengalami keterlambatan bahasa ekspresif dan memerlukan stimulasi atau penanganan profesional.
Baca juga: Cara Menambah Perbendaharaan Kata Anak Agar Makin Lancar Bicara
5. Tidak Bisa Mengikuti Perintah Sederhana
Anak usia 18 bulan ke atas biasanya sudah bisa memahami perintah sederhana, seperti “tolong ambil bola” atau “letakkan di meja”. Jika si Kecil belum bisa merespons perintah seperti ini, kemungkinan besar ia mengalami keterlambatan dalam pemahaman bahasa.
Ciri anak terlambat bicara bukan hanya terlihat dari ucapan, tapi juga dari pemahaman. Jika si Kecil tidak memahami perintah, bisa jadi ia mengalami gangguan bahasa reseptif yang perlu penanganan lebih lanjut.
6. Sulit Menggabungkan Dua Kata di Usia 2 Tahun
Di usia 2 tahun, anak umumnya mulai bisa menggabungkan dua kata menjadi kalimat sederhana, misalnya “mau susu” atau “mama sini”. Bila anak belum bisa melakukan ini, kemungkinan besar ia mengalami speech delay.
Gabungan kata adalah tonggak penting dalam perkembangan bahasa. Ketika anak belum bisa menyusun dua kata, padahal usia dan motoriknya sudah sesuai, maka Bunda harus mulai curiga ini adalah salah satu ciri anak terlambat bicara yang memerlukan stimulasi ekstra.
7. Ucapan Sulit Dimengerti di Usia 3 Tahun
Anak usia 3 tahun seharusnya sudah bisa berbicara dengan cukup jelas, meski belum sempurna. Bila orang-orang di sekitar tidak memahami apa yang dikatakan si Kecil, bahkan setelah berulang kali, ini bisa termasuk ciri anak terlambat bicara.
Kemampuan artikulasi sangat penting dalam komunikasi. Jika anak memiliki banyak kosakata tapi sulit dimengerti, maka kemungkinan ada gangguan dalam produksi suara atau koordinasi motorik mulut yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh terapis bicara.
Bunda, memahami ciri anak terlambat bicara sejak dini sangat penting agar si Kecil bisa mendapat penanganan tepat. Terlambat bicara bukan berarti anak tidak cerdas, tapi ia butuh lebih banyak stimulasi dan perhatian.
Baca juga: Alasan Anak Tantrum Karena Apa? Cek di sini!
Beberapa penyebab keterlambatan bicara antara lain kurangnya komunikasi dua arah, terlalu banyak waktu layar (screen time), gangguan pendengaran, hingga kondisi medis seperti autisme. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis wicara jika Bunda melihat beberapa ciri di atas.
Apa yang Harus Saya Lakukan Kalau Ternyata Anak Terlambat Bicara?
Bunda, kalau sudah melihat ciri anak terlambat bicara, penting banget untuk segera melakukan langkah yang tepat. Yang pertama langsung membawa anak ke dokter atau tenaga profesional untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Berikut langkah-langkah yang bisa Bunda lakukan saat ingin membawa si Kecil ke dokter:
1. Catat Perkembangan dan Gejala Anak
Sebelum ke dokter, coba Bunda buat catatan sederhana tentang perkembangan si Kecil. Misalnya:
- Usia berapa ia mulai babbling atau berceloteh?
- Kosakata apa saja yang sudah bisa ia ucapkan?
- Apa saja yang belum bisa dilakukan sesuai tahap usianya?
- Apakah si Kecil sering meniru suara atau lebih banyak diam?
Catatan ini akan sangat membantu dokter menganalisis apakah benar si Kecil mengalami ciri anak terlambat bicara atau hanya variasi perkembangan normal.
2. Bawa ke Dokter Anak Terlebih Dahulu
Langkah awal bisa dimulai dengan konsultasi ke dokter anak. Dokter akan memeriksa riwayat tumbuh kembang anak, menilai apakah ada kondisi medis yang memengaruhi kemampuan bicara, dan menentukan perlu tidaknya dirujuk ke spesialis lain seperti:
- Dokter THT (untuk memeriksa pendengaran)
- Psikolog anak
- Terapis wicara
- Dokter spesialis tumbuh kembang anak
3. Lakukan Tes Pendengaran jika Diperlukan
Sering kali anak terlihat telat bicara ternyata karena ia tidak bisa mendengar dengan baik. Nah, untuk memastikan hal ini, biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan audiometri atau tes pendengaran lainnya.
Pendengaran yang terganggu bisa jadi penyebab utama ciri anak terlambat bicara, lho, Bunda.
4. Ikuti Terapi Wicara Sesuai Saran Dokter
Jika memang terbukti si Kecil mengalami speech delay, dokter mungkin akan menyarankan terapi wicara. Terapis wicara akan membantu anak belajar bicara dengan teknik-teknik yang sudah disesuaikan dengan usianya dan kondisi khususnya.
Semakin dini dilakukan terapi, semakin besar kemungkinan anak bisa mengejar ketertinggalan bahasanya.
5. Libatkan Diri dalam Stimulasi Harian di Rumah
Selain terapi dan pemeriksaan dokter, yang paling penting adalah keterlibatan Bunda dan keluarga di rumah. Bicaralah dengan si Kecil sesering mungkin, bacakan buku, ajak bernyanyi, atau mainkan permainan edukatif. Konsistensi di rumah sangat membantu mendukung keberhasilan terapi dan mempercepat perkembangan bicara si Kecil.
Jika Bunda mulai melihat ciri anak terlambat bicara, jangan tunda untuk bertindak. Semakin cepat anak ditangani, semakin baik perkembangan bicaranya ke depan. Ingat ya, ciri anak terlambat bicara tidak bisa dianggap sepele. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula peluang si Kecil untuk mengejar ketertinggalannya. Yuk, rutin ajak si Kecil ngobrol, bacakan cerita, nyanyikan lagu, dan hindari terlalu sering memberikan gadget. Jangan ya Bunda, jangan lagi kasih gawai apalagi di jaman serba tekno ini. Kan Bunda ingin anaknya bisa bicara, betul kan?.
Dengan perhatian dan cinta dari Bunda, si Kecil bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan komunikatif. Jangan lupa juga untuk cek perkembangan si Kecil secara rutin agar tahu apakah kemampuan bicaranya sudah sesuai tahapan usia atau belum. Semangat, Bunda!.





