Bunda, bepergian saat masih menyusui memang butuh persiapan ekstra. Salah satu hal yang sering bikin khawatir adalah cara simpan ASI agar tetap aman dan tidak berubah kualitasnya. Apalagi kalau aktivitas sedang padat, salah sedikit saja bisa bikin ASI jadi tidak layak konsumsi. Padahal, ASI adalah asupan terbaik untuk si kecil yang tidak tergantikan.
Karena itu, penting sekali memahami cara simpan ASI yang tepat, terutama saat Bunda harus keluar rumah. Tenang, dengan teknik yang benar dan perlengkapan yang mendukung dari GabaG Indonesia, Bunda tetap bisa memberikan ASI segar kapan pun dibutuhkan. Tidak perlu panik soal ASI basi atau bingung menyimpan saat di perjalanan, semuanya bisa diatur dengan baik.
Selain itu, menyimpan ASI dengan benar juga berpengaruh ke kualitas nutrisi. Jangan sampai karena penyimpanan yang kurang tepat, bayi jadi menolak minum atau bahkan berujung pada masalah seperti anak GTM. Bahkan saat sudah masuk fase penyimpanan MPASI, kebiasaan menyimpan makanan dengan benar tetap jadi hal penting yang harus Bunda perhatikan loh!.
Baca juga: 3 Cara Menyimpan ASI agar Tidak Basi
Nah, berikut ini 7 tips penting yang bisa Bunda lakukan sebagai cara simpan ASI agar tetap segar saat bepergian! Cek di sini ya selengkapnya agar tidak bingung lagi ya!.
7 Cara Simpan ASI yang Benar agar Tetap Segar Saat Bepergian
1. Gunakan Kantong atau Botol ASI yang Aman dan Steril
Langkah pertama dalam cara simpan ASI adalah memilih wadah yang tepat. Bunda bisa menggunakan kantong ASI atau botol khusus yang sudah food grade dan bebas BPA. Ini penting untuk menjaga kualitas ASI tetap aman dikonsumsi si kecil.
Tentunya gunakan produk GabaG Indonesia yang pasti menyediakan berbagai pilihan kantong ASI yang praktis dan higienis. Dengan desain yang kuat dan anti bocor, Bunda tidak perlu khawatir saat menyimpan ASI di dalam tas saat bepergian. Yang hebat lagi, kantong ASI GabaG ini tidak perlu disetril lagi. Jadi Bunda lebih praktis saat menyimpan ASI.
Baca juga: Cara Penyimpanan ASI dengan Kantong ASI dan Cooler Bag GabaG
Selain itu, pastikan wadah dalam kondisi steril sebelum digunakan. Cuci dengan air panas atau gunakan sterilizer agar bakteri tidak berkembang. Ini juga membantu mencegah ASI basi akibat kontaminasi.
2. Simpan ASI dalam Porsi Kecil
Bunda sebaiknya membagi ASI ke dalam porsi kecil sesuai kebutuhan minum bayi. Cara ini membantu menghindari pemborosan dan menjaga kualitas ASI tetap baik. Pastikan persediaan ASI cukup selama Bunda bepergian.
Dengan porsi kecil, ASI yang sudah dicairkan bisa langsung habis dalam sekali minum. Jadi, tidak ada sisa yang harus disimpan ulang, yang berisiko menyebabkan ASI basi.
Produk kantong ASI dari GabaG Indonesia juga memudahkan Bunda menakar jumlah ASI. Ada indikator volume mulai 100ml yang jelas, sehingga lebih praktis saat menyimpan.
3. Gunakan Cooler Bag Berkualitas

Saat bepergian, cooler bag jadi kunci utama dalam cara simpan ASI. Tanpa suhu yang stabil, ASI bisa cepat rusak. GabaG Indonesia punya cooler bag yang mampu menjaga suhu dingin hingga berjam-jam. Ini sangat membantu Bunda yang sering mobile atau traveling.
Dengan free ice gel, suhu di dalam tas tetap terjaga. ASI pun tetap segar dan tidak mudah basi meskipun berada di luar rumah dalam waktu lama.
4. Gunakan Ice Gel untuk Menjaga Suhu
Ice gel adalah pasangan wajib dari cooler bag. Tanpa ice gel, suhu dingin tidak akan bertahan lama. Bunda bisa menggunakan ice gel dari GabaG Indonesia yang praktis dan mudah digunakan. Tinggal simpan di freezer sebelum digunakan, lalu masukkan ke dalam tas. Tenang setiap pembelian tas ASI GabaG, Bunda akan selalu mendapatkan gratis ice gel.
Ice gel membantu menjaga suhu tetap stabil, sehingga ASI tidak cepat basi. Ini sangat penting terutama saat perjalanan jauh atau saat tidak ada akses kulkas.
5. Beri Label Tanggal dan Waktu
Memberi label pada ASI adalah langkah sederhana tapi sering dilupakan. Padahal ini bagian penting dari cara simpan ASI yang benar. Dengan label, Bunda tahu mana ASI yang harus digunakan terlebih dahulu. Prinsipnya adalah FIFO (first in first out).
Ini juga membantu menghindari penggunaan ASI yang sudah terlalu lama disimpan. Jadi risiko ASI basi bisa diminimalkan. Pada kantong ASI GabaG, sudah ada label yang bisa Bunda tulis, praktis!.
6. Hindari Membuka Tutup Wadah Terlalu Sering

Sering membuka wadah ASI bisa membuat suhu di dalamnya berubah. Hal ini bisa mempercepat pertumbuhan bakteri. Karena itu, pastikan Bunda hanya membuka wadah saat benar-benar dibutuhkan. Simpan ASI dengan rapat agar tetap higienis.
Produk dari GabaG Indonesia dirancang dengan penutup yang kuat dan aman. Ini membantu menjaga kualitas ASI selama perjalanan.
7. Segera Simpan di Kulkas Setibanya di Tujuan
Setelah sampai di tujuan, jangan tunda untuk memindahkan ASI ke kulkas. Ini adalah langkah penting dalam cara simpan ASI yang sering dianggap sepele.
Semakin cepat ASI masuk ke suhu dingin yang stabil, semakin lama kualitasnya terjaga. Ini juga akan mencegah risiko ASI basi. Kalau Bunda sedang dalam perjalanan panjang, pastikan sudah merencanakan tempat penyimpanan ASI di tujuan. Dengan begitu, ASI tetap aman dan siap diberikan kapan saja.
Baca juga: Tips Menyimpan FIFO LIFO ASI Perah agar ASI Tidak Basi
Bunda, memahami cara simpan ASI bukan hanya soal teknik, tapi juga soal kesiapan dan perlengkapan yang tepat. Dengan langkah yang benar, Bunda tidak perlu khawatir lagi soal ASI basi atau kualitas ASI saat bepergian.
Dengan menggunakan perlengkapan dari GabaG Indonesia bisa jadi solusi praktis untuk Bunda yang aktif. Mulai dari kantong ASI, cooler bag, hingga ice gel, semuanya dirancang untuk mendukung kebutuhan ibu menyusui.
Yuk Bunda, pastikan perjalanan tetap nyaman tanpa mengorbankan kualitas ASI untuk si kecil. Saatnya pilih produk dari GabaG Indonesia sebagai teman setia dalam perjalanan menyusui. Tunggu apa lagi?.





