Menggambar doodle adalah aktivitas yang menyenangkan untuk anak. Selain bisa menyalurkan imajinasi, doodle juga melatih konsentrasi, kreativitas, dan koordinasi motorik halus. Banyak orang tua berpikir anak harus ikut les menggambar dulu, padahal Bunda bisa mengajari doodle anak sendiri di rumah dengan cara yang sederhana. Tidak hanya membuat anak lebih terasah, kegiatan ini juga bisa meningkatkan bonding antara orang tua dan anak.
Dengan memahami cara mengajari doodle anak, Bunda tidak perlu bingung lagi bagaimana memulai. Yang penting adalah memberikan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga anak merasa bebas berkreasi tanpa takut salah. Nah, kali ini GabaG akan membahas beberapa langkah mudah yang bisa Bunda lakukan agar anak semakin semangat belajar doodle di rumah.
Baca juga: 10 Perlengkapan Sekolah Anak TK yang Wajib Dibeli
5 Cara Mengajari Doodle Anak yang Mudah

1. Mulai dengan bentuk sederhana
Langkah pertama dalam mengajari doodle anak adalah mengenalkan bentuk dasar. Bunda bisa mengajak anak menggambar lingkaran, segitiga, persegi, atau garis-garis sederhana. Dari bentuk ini, Bunda bisa tunjukkan bagaimana menggabungkannya menjadi objek menarik, seperti rumah, pohon, atau wajah lucu. Cara ini efektif karena anak jadi memahami struktur gambar sebelum membuat doodle yang lebih rumit.
Selain itu, ketika anak terbiasa dengan bentuk dasar, mereka akan lebih percaya diri untuk berimajinasi. Bunda bisa memberikan tantangan kecil, misalnya membuat doodle binatang dari gabungan beberapa lingkaran. Aktivitas ini sederhana, tapi hasilnya sangat membantu perkembangan keterampilan menggambar anak.
2. Gunakan teknik menjiplak dan mewarnai
Bagi anak yang baru belajar, menjiplak bisa menjadi cara efektif. Bunda bisa menyediakan pola sederhana di kertas, lalu minta anak menjiplak menggunakan pensil. Setelah selesai, biarkan mereka mewarnai sesuai kreativitasnya. Dengan teknik ini, anak belajar mengenali bentuk sekaligus melatih koordinasi tangan dan mata.
Baca juga: Ide Bermain Anak 3 Tahun Seru dan Anti Bosan, Cobain Yuk Bunda!
Mewarnai hasil doodle juga memberikan kebebasan pada anak untuk bereksperimen dengan warna. Jangan batasi pilihan mereka, biarkan langit berwarna hijau atau matahari berwarna ungu. Semakin bebas mereka berekspresi, semakin berkembang pula kreativitasnya.
3. Berikan referensi visual yang menarik
Mengajari doodle anak akan lebih mudah jika ada referensi yang sesuai minat mereka. Bunda bisa menggunakan gambar binatang, karakter kartun, atau benda-benda di sekitar rumah. Tunjukkan gambar tersebut, lalu ajak anak menggambar versi doodle-nya dengan gaya mereka sendiri.
Referensi yang menarik membuat anak lebih fokus dan tidak cepat bosan. Misalnya, anak yang suka kucing bisa diajak membuat doodle kucing dengan berbagai ekspresi lucu. Dari situ, anak akan belajar mengembangkan gaya menggambarnya sendiri.
4. Beri kebebasan dalam berkreasi
Doodle identik dengan kebebasan. Karena itu, penting bagi Bunda untuk tidak terlalu mengatur hasil gambar anak. Jika mereka ingin menggambar matahari berbentuk hati atau awan yang penuh wajah lucu, biarkan saja. Tujuan utama doodle adalah mengekspresikan diri, bukan menghasilkan gambar yang sempurna.
Dengan memberikan kebebasan, anak akan lebih percaya diri. Mereka merasa hasil karyanya dihargai meskipun berbeda dari “aturan”. Ini juga melatih anak berpikir kreatif dan tidak takut mencoba hal baru.
Baca juga: 7 Kebiasaan Aktivitas Anak Indonesia Hebat
5. Gunakan media yang beragam
Agar anak tidak cepat bosan, coba kenalkan berbagai media. Tidak hanya pensil dan kertas, tapi juga krayon, spidol, cat air, atau bahkan papan tulis kecil. Dengan media yang berbeda, anak bisa merasakan pengalaman baru dalam menggambar doodle.
Selain itu, Bunda bisa menyiapkan buku sketsa khusus untuk anak. Dengan begitu, setiap kali mereka ingin menggambar, sudah ada media yang siap dipakai. Lama-kelamaan, anak akan terbiasa menjadikan doodle sebagai kebiasaan positif sehari-hari.
Baca juga: 10 Ide DIY Mainan dari Kertas buat Anak
Mengajari doodle anak tidak harus sulit dan tidak selalu membutuhkan kursus khusus. Dengan mengikuti langkah di atas, Bunda bisa melakukannya sendiri di rumah sambil membangun kedekatan dengan si kecil. Yang terpenting adalah memberikan dukungan, apresiasi, dan kebebasan agar anak semakin percaya diri dalam berkreasi.
Jadi, yuk mulai sekarang jadikan aktivitas doodle sebagai kegiatan seru di rumah. Selain melatih keterampilan motorik halus, menggambar doodle juga membantu anak menyalurkan imajinasinya. Dengan cara yang tepat, Bunda bisa membuat kegiatan sederhana ini menjadi pengalaman berharga untuk tumbuh kembang anak. Selamat mencoba!.





