[xoo_wsc_cart]

Bagaimana Cara Menghadapi Anak Pemarah?

Bagikan :
Picture of Echa
Echa
Bagaimana Cara Menghadapi Anak Pemarah

Pernahkah Bunda bingung karena anak mudah sekali emosi? Jika dinasehati ia cemberut atau lari keluar rumah. Di lain hari, ia melempar mainannya dan mengamuk sampai berjam-jam. Rasanya bingung, bagaimana cara menghadapi anak pemarah?

Tenang dulu, Bunda. Mumpung ia masih anak-anak, bisa diperbaiki sikapnya. Ia akan berubah jadi lebih tenang dan tidak mudah marah. Tentu Bunda, Ayah, dan anggota keluarga lain harus kompak untuk mengatasi anak yang gampang emosi.

Beberapa Cara Menghadapi Anak Pemarah

Anak yang pemarah memang memusingkan dan jadinya ingin marah atau menangis. Tarik nafas panjang dulu, Bunda. Ini cara-cara yang cukup efektif dalam mengatasi anak yang mudah mengamuk:

Bagaimana Cara Menghadapi Anak Pemarah

1. Kenali Penyebab Marahnya

Kalau anak marah sambil berteriak, Bunda bisa mengenali, apa sih penyebabnya? Bisa jadi dia lapar lalu memberi tahu dengan cara marah. Orang yang kelaparan akan mudah emosi, apalagi anak-anak yang cenderung lebih ekspresif.

Penyebab lain dari anak marah adalah kurangnya perhatian dari Bunda. Mungkin dia merasa Bunda lebih sayang kakak atau adiknya. Dengan marah-marah maka dia sukses menarik perhatian. Kalau anak marah karena hal ini, coba untuk lebih banyak meluangkan waktu hanya berdua dengannya dan ungkapkan kasih-sayang.

Baca Juga: 7 Perlengkapan Rekreasi ke Pantai untuk Anak

2. Jangan Terpancing Emosi

Jika anak marah lalu Bunda ikut teriak-teriak, bahkan mencubit pahanya, maka akan makin memusingkan. Dia akan merasa tidak diterima sedangkan Bunda kesal karena dia tidak mau nurut. Jangan sampai keadaan ini terus terjadi karena akan menimbulkan luka batin pada anak.

Memang jadi orang tua harus super sabar ya, Bunda? Jadi saat anak marah memang tidak boleh terpancing emosi, kalau tidak akan terjadi ‘peperangan’ di rumah. Coba peluk anak untuk meredakan amukannya. Setelah ia tenang akan meminta maaf karena telah marah-marah.

3. Menjauh untuk Sementara

Kalau Bunda masih takut terpancing emosi, maka bisa menjauh untuk sementara. Coba sembunyi di kamar atau di toilet, hitung sampai 100, lalu cuci muka. Setelah amarah Bunda reda maka baru datangi anak untuk memeluknya. Ia akan luluh dan akhirnya meminta maaf.

4. Ajak untuk Berolahraga

Mengajak anak untuk melakukan olahraga seperti berenang, jogging, atau sepakbola bisa jadi salah satu cara menghadapi anak pemarah. Mengapa harus menggerakkan badan? Penyebabnya, anak yang suka marah bisa jadi karena energinya belum tersalurkan dengan baik. Ia butuh olahraga agar lebih sehat jiwa dan raga, dan tidak mudah mengamuk.

Baca Juga: 5 Perawatan Kulit Wajib untuk Anak Agar Sehat dan Lembab

5. Kurangi Frekuensi Memegang Gadget

Apakah mengurangi frekuensi main HP atau laptop bisa jadi cara menghadapi anak pemarah? Jawabannya iya, karena gadget adalah benda yang mudah dikendalikan. Anak yang terlalu lama memegang gawai akan merasa lebih bossy sehingga cenderung mudah mengamuk.

Oleh karena itu, yuk atur lagi jadwal anak untuk memegang gadget. Misalnya Bunda menerapkan aturan maksimal main HP 2 jam dalam sehari, itu pun hanya saat libur. Alihkan perhatian anak dengan cara dibacakan buku dan majalah atau ajak main petak umpet atau yang lain, sehingga dia lupa akan smartphone.

Baca Juga: 7 Perlengkapan Sekolah Anak TK yang Perlu Bunda Persiapkan

6. Isi Tangki Cintanya

Penyebab lain dari amarah anak adalah ‘tangki cinta’-nya kurang. Maksudnya, ia merasa Bunda kurang menyayanginya, atau memberikan perhatian khusus padanya. Kalau dibiarkan saja maka anak akan makin mudah marah-marah.

Cara untuk mengisi tangki cinta anak adalah dengan memberikannya perhatian dan kasih-sayang yang lebih. Misalnya dengan mencium kening dan memeluknya tiap pagi dan malam. Ada juga anak yang minta dipuji, ditemani bermain, atau diajak jalan-jalan (walau ke tempat yang dekat). Dengan perhatian dan cinta kasih Bunda maka akan akan perlahan-lahan berubah dan tidak mudah marah.

7. Bawa ke Psikolog

Jika anak masih saja marah, bahkan karena hal-hal kecil (misalnya terlambat makan), maka Bunda bisa membawanya ke psikolog. Nanti sang psikolog akan mencari tahu lebih lanjut apa penyebabnya. Mungkin anak pernah melihat Bunda marah lalu menyimpannya dalam memori, lalu menirunya.

Konseling perlu dilakukan sekeluarga. Jadi, nanti akan dicari apakah Bunda atau Ayah ternyata juga mudah marah? Psikolog akan menyarankan sesi terapi sehingga keluarga Bunda akan lebih sehat jiwanya dan anak tak lagi mengamuk.

Saat anak mengamuk maka Bunda akan cepat mencari cara menghadapi anak pemarah. Awali dengan mencari penyebabnya, baru mengatasi masalahnya. Terus ajak anak untuk menerima berbagai emosi di tubuhnya, termasuk marah, dan menyalurkannya ke hal yang positif seperti olahraga. Kasih sayang Bunda akan membuatnya luluh dan tak lagi mudah mengamuk.

Baca Juga: 10 Perlengkapan Sekolah Anak TK yang Wajib Dibeli

Yuk terus semangat buat anak ya Bunda!. Semoga anak menjadi lebih sabar ya.

Produk Terbaik

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Produk Terbaik

JualSling Double Insulated Compartment Cappucino Black, Creamy, Salem, Chocolate

17% OFF

17% OFF

Rp445.000

Rated 5 out of 5

2RB+ Terjual

JualGabag – Tas Asi – Cooler Bag Sling Single Compartment Mint Grape Bubble

17% OFF

19-17% OFF

Rp339.000

Rated 5 out of 5

215 Terjual

JualThermalbag – New Single Coolerbag Electra / Cooper / Freya

41% OFF

41-0% OFF

Rp260.000

Rated 5 out of 5

1RB+ Terjual

JualGabaG Tas Diaper Bag Umma – Blueberry – Khaki – Tas Perlengkapan Bayi | Tote Diaperbag

55% OFF

55% OFF

Rp329.000

Rated 5 out of 5

73 TERJUAL

JualGabaG Caddy bag – Diaper Bag Besar  | multifungsi | Sekat Rapih dan luas

17% OFF

17% OFF

Rp399.000

Rated 5 out of 5

13 Terjual

JualGabag Cooler Bag GEMINI

NEW ARRIVAL

Rp368.460

Rp0

NEW ARRIVAL

18% OFF

Rp445.000

Rated 5 out of 5

171 Terjual

Trending Artikel

Rekomendasi Lunch Bag Anak Terbaik
Ibu dan Anak
Rekomendasi Lunch Bag Anak Terbaik
Tips Menyimpan ASI yang Benar
Ibu dan Anak
Tips Menyimpan ASI yang Benar
Cara Membawa MPASI saat Traveling
Ibu dan Anak
Cara Membawa MPASI saat Traveling
Tips Memilih Hair Supplement yang Aman untuk Ibu Menyusui
Beauty
Tips Memilih Hair Supplement yang Aman untuk Ibu Menyusui
Cara Menumbuhkan Baby Hair Setelah Postpartum
Beauty
Cara Menumbuhkan Baby Hair Setelah Postpartum
Kapan Waktu yang Tepat Sunat Bayi
Ibu dan Anak
Kapan Waktu yang Tepat Sunat Bayi?
Keranjang Anda0
There are no products in the cart!
Pilih Kupon di Bawah
Scroll to Top