Bunda pasti setuju kalau menyimpan ASI perah itu butuh cara yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga. Salah satu metode manajemen ASIP yang bisa Bunda gunakan adalah sistem FIFO LIFO ASI perah. Dengan memahami cara ini, Bunda bisa memastikan stok ASIP tetap segar, tidak basi, dan selalu siap diberikan untuk si kecil.
Manajemen FIFO LIFO ASI perah akan membantu Bunda menentukan urutan ASIP yang harus digunakan terlebih dahulu. Dengan begitu, ASI tidak menumpuk terlalu lama di kulkas dan nutrisi yang terkandung tetap terjaga. Cara penyimpanan yang rapi dan teratur juga membuat Bunda lebih mudah mengatur stok ASIP sesuai kebutuhan bayi.
Baca juga: 3 Cara Menyimpan ASI agar Tidak Basi
Kalau selama ini Bunda masih menyimpan ASIP asal masuk kulkas atau freezer, saatnya mulai menerapkan sistem FIFO LIFO ASI perah yang benar. Dengan cara ini, risiko ASI basi bisa berkurang, dan si kecil tetap mendapatkan kualitas ASIP terbaik setiap hari. Penasaran? Cek di sini ya!
Sekilas tentang FIFO LIFO ASI Perah

Manajemen ASIP dengan prinsip FIFO dan LIFO ASI perah adalah langkah penting bagi Bunda yang bekerja atau sering beraktivitas di luar rumah. Dengan manajemen ini, stok ASIP bisa lebih teratur, higienis, dan tidak ada yang terbuang sia-sia.
Baca juga: 10 Ciri-Ciri ASI Basi
FIFO (First In First Out) berarti ASIP yang pertama kali disimpan harus dipakai lebih dulu. Metode ini cocok untuk memastikan stok lama tidak kedaluwarsa dan selalu terpakai. Sebaliknya, LIFO (Last In First Out) berarti ASIP terbaru yang disimpan justru dipakai lebih dulu, sehingga bayi bisa lebih sering mendapat ASIP segar.
Perbedaan dan Persamaan FIFO LIFO ASI Perah
Ada beberapa perbedaan dalam penerapan FIFO LIFO ASI perah. Pertama, pada sistem FIFO, risiko ASIP basi lebih kecil karena urutan penggunaan mengikuti tanggal penyimpanan. Kedua, kalau LIFO justru memastikan bayi lebih sering minum ASIP baru yang masih segar.
Namun, ada juga persamaannya. Keduanya sama-sama bertujuan menjaga kualitas ASIP tetap baik, memudahkan Bunda mengatur stok, serta memastikan bayi tetap mendapatkan nutrisi terbaik. Bahkan AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) juga merekomendasikan kombinasi keduanya agar stok ASIP terpakai seimbang dan tidak ada yang basi.
Baca juga: Mengenal Metode Pitcher Pumping untuk Simpan ASI Perah
Pilih yang mana? Yang pasti keduanya sama-sama berisiko ASI basi kalau tidak disimpan dengan benar?.
Tips Menyimpan FIFO LIFO ASIP
Agar penerapan FIFO LIFO ASI perah lebih maksimal, ada beberapa tips yang bisa Bunda lakukan. Pertama, selalu catat tanggal dan jam penyimpanan di setiap kantong ASI. Dengan begitu, Bunda tidak bingung menentukan urutan penggunaannya.
Baca juga: Jangan Panik! Ini Cara Mengatasi Bayi Minum ASI Basi
Kedua, gunakan kulkas atau freezer dengan suhu yang stabil. Idealnya, ASIP beku bisa digunakan dalam 3-6 bulan agar kualitas tetap terjaga. Ketiga, pilih wadah penyimpanan yang aman dan higienis. Kantong ASI GabaG bisa jadi pilihan tepat karena praktis, BPA-free, anti bocor, dan dilengkapi fitur barcode untuk memantau stok lewat aplikasi.
Baca juga: Prinsip Manajemen ASIP FIFO LIFO yang Perlu Mommy Tahu
Dengan tips sederhana ini, manajemen FIFO LIFO ASI perah akan lebih teratur, stok ASIP tetap aman, dan si kecil selalu mendapatkan ASI terbaik setiap saat.





