[xoo_wsc_cart]

Mengenal Metode Pitcher Pumping untuk Simpan ASI Perah

Bagikan :
Picture of Echa
Echa
Mengenal Metode Pitcher Pumping untuk Simpan ASI Perah

ASI perah adalah penyelamat bagi Bunda yang ingin tetap memberikan nutrisi terbaik meski harus bekerja, bepergian, atau tidak bisa menyusui langsung. Namun, menyimpan ASI tentu butuh cara yang tepat supaya kualitasnya tetap terjaga. Nah, salah satu teknik yang mulai banyak dikenal adalah metode pitcher pumping.

Sejak beberapa tahun terakhir, metode pitcher pumping jadi populer di kalangan ibu menyusui karena dianggap praktis dan efisien. Metode pitcher pumping adalah cara menyimpan ASI perah dengan mengumpulkan hasil pumping selama 24 jam ke dalam satu wadah besar (pitcher) sebelum dibagi ke porsi kecil. Cara ini menghemat waktu, mengurangi jumlah botol yang dipakai, dan tetap bisa menjaga kualitas ASI jika dilakukan dengan benar.

Baca juga: Amankah ASI Basi Bau Tengik Dikonsumsi Bayi?

Bunda mungkin bertanya-tanya, aman tidak ya menyatukan ASI dari beberapa kali sesi pumping ke dalam satu wadah besar? Bagaimana cara melakukannya? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Yuk, kita bahas tuntas tentang metode pitcher pumping agar Bunda lebih percaya diri mencobanya di rumah. Cek di sini ya!

Kelebihan dan Kekurangan Metode Pitcher Pumping

Setiap metode penyimpanan ASI tentu punya sisi positif dan risiko. Begitu juga dengan metode pitcher pumping. Kalau kelebihan pertama dari metode pitcher pumping adalah efisiensi ruang. Bayangkan, Bunda tidak perlu menaruh banyak botol kecil di kulkas dalam jumlah banyak. Cukup satu wadah besar, semua ASI harian bisa terkumpul di sana. Selain itu, metode ini juga mengurangi jumlah wadah yang harus dicuci. Bagi Bunda yang sibuk, ini jelas sangat membantu.

Baca juga: Cara Menyimpan ASI dalam Kantong ASI

Kelebihan lain adalah nutrisi ASI lebih merata. Kandungan lemak ASI bisa berbeda pada tiap sesi pumping. Dengan metode pitcher pumping, semua ASI sehari akan bercampur, sehingga bayi mendapat asupan nutrisi yang lebih konsisten.

Namun, metode ini juga punya kekurangan. Risiko utama adalah jika wadah pitcher bocor atau rusak, maka seluruh ASI dalam satu hari bisa terbuang. Selain itu, Bunda harus sangat teliti menjaga suhu dan kebersihan. Kalau salah langkah, kualitas ASI bisa menurun. Terakhir, metode ini mungkin terasa kurang cocok bagi Bunda yang memproduksi ASI dalam jumlah sedikit, karena jumlah yang terkumpul mungkin tidak terlalu signifikan.

Baca juga: Prinsip Manajemen ASIP FIFO LIFO yang Perlu Mommy Tahu

Tentunya dengan penyimpanan ASI menggunakan pitcher pumping pasti tetap bisa menggunakan LIFO atau FIFO pada manajemen ASIP. Tapi hanya bisa dilakukan dalam waktu 24 jam saja tidak lebih karena diletakkan di chiller, kecuali dipindah ke dalam botol atau kantong ASIP.

Cara Menyimpan ASI dengan Metode Pitcher Pumping

Mengenal Metode Pitcher Pumping untuk Simpan ASI Perah

Ada beberapa langkah penting supaya metode pitcher pumping berjalan dengan aman. Berikut lima cara yang bisa Bunda ikuti:

1. Gunakan wadah pitcher yang bersih dan kedap udara

Pilih wadah kaca atau plastik food grade yang bebas BPA, tahan suhu dingin, dan memiliki tutup rapat. Sebelum dipakai, pastikan wadah sudah disterilkan. Wadah yang bersih mencegah bakteri berkembang biak dan menjaga ASI tetap higienis.

Selain itu, pilih ukuran wadah yang sesuai dengan produksi ASI harian Bunda. Jangan terlalu kecil karena bisa cepat penuh, tapi juga jangan terlalu besar agar mudah disimpan di kulkas.

Baca juga: 3 Cara Menyimpan ASI agar Tidak Basi

2. Samakan suhu dingin ASI sebelum dicampurkan

ASI yang baru dipompa suhunya masih hangat. Jangan langsung menuangkannya ke dalam pitcher yang berisi ASI dingin dari kulkas. Ini bisa merusak kualitas ASI. Cara yang benar, dinginkan dulu ASI baru di kulkas sekitar 30 menit, lalu baru campurkan ke dalam pitcher.

Langkah ini penting supaya suhu ASI stabil dan tidak terjadi kontaminasi bakteri. Jadi, selalu disiplin ya Bun untuk menyamakan suhu ASI sebelum dicampur. Prinsip ini tetap sama seperti penyimpanan ASIP pada botol atau kantung ASI.

3. Simpan pitcher di kulkas maksimal 24 jam

Metode pitcher pumping hanya berlaku untuk ASI dalam rentang waktu 24 jam. Jadi, Bunda wajib memberi label tanggal dan jam pertama kali ASI dituang ke dalam pitcher. Setelah 24 jam, ASI dalam pitcher harus segera dipindahkan ke botol kecil sesuai porsi minum bayi atau dimasukkan ke freezer jika tidak langsung digunakan.

Dengan cara ini, Bunda bisa mengatur stok ASI lebih rapi dan tidak ada yang terbuang percuma.

4. Bagi ASI ke dalam porsi kecil setelah 24 jam

Setelah terkumpul penuh, ASI dari pitcher perlu dipindahkan ke botol kaca kecil atau kantong ASI sesuai kebutuhan bayi. Misalnya sekali minum 100 ml, maka Bunda bisa langsung menyiapkan porsi tersebut. Dengan begitu, ASI lebih mudah diberikan tanpa harus berulang kali membuka wadah besar.

Baca juga: 10 Ciri-Ciri ASI Basi

Simpan botol atau kantong berisi ASI sesuai jadwal bisa di kulkas untuk dipakai dalam waktu dekat, atau di freezer untuk stok jangka panjang.

5. Jaga kebersihan setiap kali memegang pitcher

Pastikan tangan dalam keadaan bersih setiap kali Bunda membuka pitcher atau menuangkan ASI. Gunakan sabun dan air mengalir sebelum mulai pumping atau memindahkan ASI. Selain itu, jangan lupa mencuci wadah pitcher setiap kali selesai digunakan, lalu sterilkan lagi sebelum dipakai esok harinya.

Kebersihan adalah kunci utama supaya metode pitcher pumping benar-benar aman bagi bayi. Catet ya Bunda!.

Baca juga: Botol Kaca ASI vs Kantong ASI: Mana Pilihan Terbaik untuk Menyimpan ASI Perah?

Tips untuk Bunda yang Melakukan Metode Pitcher Penyimpanan ASI

Agar metode pitcher pumping berjalan sukses, ada beberapa tips tambahan yang perlu Bunda perhatikan:

1. Selalu beri label dengan jelas

Tuliskan tanggal dan jam saat ASI pertama kali masuk ke pitcher. Label ini membantu Bunda mengingat batas waktu 24 jam. Jangan mengandalkan ingatan saja, karena risiko lupa cukup besar. Dengan label, penyimpanan jadi lebih teratur dan aman.

2. Siapkan botol atau kantong ASI yang steril

Setelah 24 jam, ASI dari pitcher harus dipindahkan ke wadah lain. Jadi, pastikan botol kaca, botol plastik food grade, atau kantong ASI perah sudah siap dan steril. Jangan menunggu hingga mendadak butuh. Persiapan sejak awal akan membuat proses lebih cepat dan minim risiko kontaminasi. Jangan sampai lupa dipindah, agar ASI perah tetap bisa digunakan lama ya. Gunakan kantong ASI GabaG yang terbukti dapat menyimpan ASI perah tetap bagus dan berkualitas

3. Gunakan cooler bag saat bepergian

Jika Bunda harus keluar rumah dan membawa ASI perah, jangan biarkan pitcher atau botol kecil terpapar suhu ruangan terlalu lama. Gunakan cooler bag berkualitas seperti Cooler Bag GabaG yang dilengkapi ice gel untuk menjaga suhu tetap stabil. Dengan cara ini, ASI lebih awet dan tetap aman dikonsumsi bayi.

Baca juga: Tas ASI Terbaik Untuk Melengkapi Kebutuhan Menyusui

Metode pitcher pumping bisa jadi pilihan praktis untuk menyimpan ASI perah sehari-hari. Dengan cara ini, Bunda tidak perlu ribet menyiapkan banyak botol kecil setiap kali pumping. Cukup gunakan satu wadah besar, lalu simpan maksimal 24 jam sebelum dibagi ke porsi kecil.

Kelebihan metode ini adalah efisiensi waktu, ruang, dan nutrisi yang lebih merata. Namun, Bunda tetap harus teliti dengan kebersihan, suhu, dan batas waktu penyimpanan. Jangan lupa, gunakan wadah yang aman, selalu cuci tangan, dan pastikan pitcher dalam kondisi steril.

Dengan disiplin dan teknik yang benar, metode pitcher pumping bisa membantu Bunda menjaga stok ASI tetap segar, higienis, dan siap diberikan untuk si kecil tercinta. Jadi Bunda, apakah sudah pernah melakukan metode pitcher pumping belum?.

Produk Terbaik

Produk Terbaik

JualGabag Cooler Bag GEMINI

NEW ARRIVAL

Rp355,000

Rp0

NEW ARRIVAL

21% OFF

12-22% OFF

Rp449,000

Rated 5 out of 5

171 Terjual

JualKolibri – Maximo Breastpump – FREE Pombag Dax

BEST SELLER

Rp1.039.200

Rp1.039.200

BEST SELLER

20% OFF

20% OFF

Rp1.299.000

Rated 5 out of 5

2,9RB Terjual

JualGabag Kids Kotak Makan Nila – Naval

TERLARIS

Rp260.100

Rp0

TERLARIS

10% OFF

RpRp 289.000

Rated 5 out of 5

32 Terjual

JualThermalbag – New Single Coolerbag Electra / Cooper / Freya

TERMURAH PAYDAY

Rp197.340 - Rp 225.420

Rp0

TERMURAH PAYDAY

22%

22% OFF

Rp253.000 - Rp 289.000

Rated 5 out of 5

70 Terjual

JualDiaper Bag Noire / Nicolette/Estelle

TERMURAH PAYDAY

Rp246.750

Rp0

TERMURAH PAYDAY

25% OFF

Rp329.000

Rated 5 out of 5

50 Terjual

JualGabaG Tas Diaper Bag Umma – Blueberry – Khaki – Tas Perlengkapan Bayi | Tote Diaperbag

23%

22% OFF

Rp329.000

Rated 5 out of 5

73 TERJUAL

JualKolibri Smart – Gabag Kantong Asi 120 ml – Enigma – Blossom

53% OFF

53% OFF

Rp55.000

Rated 5 out of 5

1RB Terjual

Trending Artikel

5 Pompa ASI yang Bagus untuk Mengosongkan Payudara (2)
Ibu dan Anak
5 Pompa Asi yang Bagus untuk Mengosongkan Payudara
6 Tas Sekolah Anak SD yang Bikin Anak Semangat ke Sekolah
Ibu dan Anak
6 Tas Sekolah Anak SD yang Bikin Anak Semangat ke Sekolah
5 Tips Sukses Menghadapi Ujian TKA
Ibu dan Anak
5 Tips Sukses Menghadapi Ujian TKA
7 Skincare Aman untuk Bumil dan Busui
Beauty
7 Skincare Aman untuk Bumil dan Busui
5 Cara Menghilangkan Flek Coklat di Wajah (Chloasma) Ketika Hamil
Beauty
5 Cara Menghilangkan Flek Coklat di Wajah (Chloasma) Ketika Hamil
Mengenal Flek Coklat pada Wajah Saat Hamil
Beauty
Mengenal Flek Coklat pada Wajah Saat Hamil
Keranjang Anda0
There are no products in the cart!
Pilih Kupon di Bawah
Scroll to Top