Untuk Bunda yang melahirkan bayi prematur, menyusui bisa jadi tantangan tersendiri. Bayi prematur lahir sebelum usia kandungan 37 minggu, artinya mereka belum sepenuhnya siap untuk dunia luar, termasuk dalam hal kemampuan menyusu secara optimal. Itulah sebabnya, memahami posisi menyusui bayi prematur yang benar sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil agar sesuai dengan growth chart atau Kartu Menuju Sehat (KMS). Meski ada berbagai macam posisi menyusui, tidak semuanya cocok untuk bayi yang lahir lebih awal. Salah posisi bisa membuat bayi kesulitan menyusu, mudah tersedak, atau justru tidak mendapatkan ASI dengan maksimal.
Sebelum itu, Bunda harus tahu ciri-ciri bayi prematur, rekomendasi alat bantu menyusui terbaik untuk Bunda. Dan tidak lupa wajib mengetahui posisi menyusui bayi prematur yang benar untuk membantu mereka tumbuh sehat dan optimal. Cek di sini selengkapnya ya, Bunda!.
Baca juga: 5 Cara Memperbaiki Posisi Menyusui yang Salah
Mengenal Ciri-ciri Bayi Prematur

Sebelum membahas tentang posisi menyusui, penting untuk memahami dulu apa itu bayi prematur. Bayi prematur lahir sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu. Akibatnya, mereka bisa saja memiliki berat badan rendah (kurang dari 2.500 gram), kulit yang masih sangat tipis, refleks hisap dan menelan yang belum sempurna, serta pernapasan yang belum stabil.
Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini 10 Posisi Menyusui Bayi yang Benar
Karena tubuhnya masih dalam tahap pematangan, bayi prematur lebih rentan mengalami masalah kesehatan seperti infeksi, gangguan pernapasan, hingga keterlambatan tumbuh kembang. Oleh karena itu, perawatan ekstra dan nutrisi optimal, termasuk dari ASI, sangat penting untuk mereka. Tapi tentu, pemberian ASI pun perlu memperhatikan posisi yang tepat agar bayi bisa menyusu dengan aman dan nyaman.
Pompa ASI GabaG X360 Kolibri Electric Breast Pump, Solusi Tepat untuk Bunda Bayi Prematur

Bunda, menyusui bayi prematur sering kali tidak bisa dilakukan langsung dari payudara di awal-awal kelahiran. Ini karena refleks hisap dan koordinasi menelan bayi belum sempurna. Di sinilah Bunda perlu menggunakan pompa ASI untuk memerah dan menyimpan ASI agar tetap bisa diberikan pada bayi dengan sendok, pipet, atau alat bantu lainnya.
Baca juga: GabaG X360 Kolibri Electric Breast Pump, Pompa ASI Sambil Rebahan!
Salah satu pilihan terbaik adalah GabaG X360 Kolibri Electric Breast Pump, pompa elektrik yang dirancang khusus untuk mendukung ibu menyusui secara praktis dan efisien. Pompa ini hadir dengan teknologi 3D soft silicone massage, yang mampu menstimulasi payudara secara lembut agar ASI lebih mudah keluar, bahkan untuk Bunda yang baru melahirkan. Dengan sistem closed system anti-backflow, ASI jadi lebih higienis karena tidak akan kembali masuk ke motor pompa.
Spesifikasi unggulan lainnya dari GabaG X360 Kolibri antara lain:
- Mode massage & expression yang bisa diatur sesuai kebutuhan
- Daya hisap hingga 350 mmHg, cukup kuat untuk membantu mengosongkan payudara
- Touchscreen LED dengan indikator kecepatan dan waktu pumping
- Dapat diisi ulang (rechargeable) dengan USB type-C, cocok untuk ibu aktif
- Ringan dan praktis dibawa ke mana saja, bahkan muat di diaper bag!
Dengan pompa ini, Bunda bisa tetap memastikan bayi prematur mendapatkan nutrisi terbaik dari ASI, kapan pun dan di mana pun.
5 Posisi Menyusui Bayi Prematur yang Benar
Nah, setelah bayi prematur dinyatakan stabil dan siap menyusu langsung oleh tenaga medis, Bunda bisa mulai mencoba beberapa posisi menyusui. Berikut ini adalah lima posisi menyusui bayi prematur yang benar untuk mendukung tumbuh kembang optimal:
Baca juga: 5 Cara Memilih Pompa ASI Elektrik Menyusui
1. Posisi Kangaroo (Kangaroo Mother Care)
Posisi ini sangat direkomendasikan untuk bayi prematur karena melibatkan kontak kulit langsung antara Bunda dan bayi. Caranya, letakkan bayi dalam posisi tegak di dada Bunda, dengan kepala sedikit miring ke samping agar bisa bernapas dengan nyaman. Bayi kemudian diselimuti atau dipakaikan kain khusus agar tetap hangat.
Kelebihan posisi ini adalah mampu menstimulasi refleks hisap bayi secara alami. Suhu tubuh Bunda membantu menghangatkan bayi, dan degup jantung Bunda memberi rasa aman seperti saat masih di dalam kandungan. Dengan posisi menyusui bayi prematur seperti ini, Bunda bisa membantu meningkatkan berat badan, memperkuat imun bayi, dan mendukung tumbuh kembang secara optimal.
2. Posisi Cross-Cradle Hold
Ini adalah posisi klasik tapi sangat efektif untuk bayi prematur. Bunda memegang bayi dengan tangan yang berlawanan dari payudara yang digunakan. Misalnya, jika Bunda menyusui dari payudara kanan, maka tangan kiri yang menopang bayi. Lengan menopang punggung dan leher bayi, sedangkan tangan kanan membantu membimbing kepala bayi ke arah payudara.
Posisi ini memberi kontrol lebih pada arah kepala dan mulut bayi. Karena refleks hisap bayi prematur belum sempurna, kontrol dari Bunda sangat penting untuk membantu perlekatan yang baik. Selain itu, posisi ini mempermudah Bunda memantau apakah bayi sudah membuka mulut lebar dan menghisap dengan benar.
3. Posisi Football Hold
Dalam posisi ini, bayi diletakkan di sisi samping tubuh Bunda seperti sedang memegang bola football. Kepala bayi ditopang oleh tangan Bunda dan tubuhnya berada di bawah lengan Bunda. Gunakan bantal menyusui jika perlu agar posisi bayi tetap stabil.
Posisi ini sangat cocok untuk bayi kembar atau prematur karena memungkinkan bayi mendapatkan topangan maksimal di bagian kepala dan leher. Posisi menyusui bayi prematur dengan teknik football hold membantu Bunda memastikan mulut bayi menempel sempurna di areola, yang penting untuk mencegah puting lecet dan memastikan aliran ASI optimal.
4. Posisi Semi-Upright (Setengah Tegak)
Berbeda dari posisi rebahan, pada posisi ini bayi digendong dengan kepala lebih tinggi dari dada. Bunda bisa menggunakan bantal menyusui atau menyandarkan diri di kursi dengan sandaran tinggi. Letakkan bayi di dada Bunda dengan sedikit kemiringan.
Kelebihan posisi ini adalah membantu bayi prematur yang mudah tersedak atau gumoh. Dengan kepala lebih tinggi, ASI bisa mengalir lebih perlahan dan bayi bisa mengontrol hisapan dengan lebih baik. Pastikan kepala bayi berada sejajar dengan puting dan tidak menunduk terlalu dalam agar proses menyusu tetap aman.
Baca juga: Review Electric Breast Pump Terbaru 2025
5. Posisi Side-Lying (Berbaring Samping)
Posisi ini dilakukan dengan Bunda dan bayi berbaring menyamping, saling berhadapan. Cocok saat Bunda kelelahan tetapi bayi sudah mampu menyusu dengan lebih kuat. Gunakan bantal di belakang punggung dan di antara lutut untuk menopang tubuh Bunda agar tetap nyaman.
Meski posisi ini cukup santai, untuk bayi prematur perlu ekstra hati-hati. Pastikan kepala bayi tidak tertutup oleh payudara atau bantal. Posisi menyusui bayi prematur dengan cara berbaring sebaiknya dilakukan setelah bayi sudah cukup kuat dan refleks menyusu mulai matang, serta tetap dalam pengawasan. Ini cocok banget dipakai loh!.
Kenapa Posisi Menyusui Bayi Prematur Itu Penting?

Bunda, posisi menyusui yang benar bukan sekadar kenyamanan. Untuk bayi prematur, posisi menyusui bisa berdampak langsung pada:
- Efektivitas hisapan
- Kenaikan berat badan
- Mencegah tersedak atau muntah
- Meningkatkan bonding antara ibu dan bayi
Jangan lupa untuk selalu mengamati tanda-tanda perlekatan yang benar: mulut bayi terbuka lebar, dagu menyentuh payudara, dan hisapan terlihat pelan tapi dalam. Jika masih ragu, jangan sungkan berkonsultasi dengan konselor laktasi atau tenaga kesehatan.
Memang ya menjadi seorang Bunda sangat berat, tapi percayalah sangat mudah ketika menjalaniNya. Dengan memahami posisi menyusui bayi prematur yang benar, menggunakan bantuan seperti GabaG X360 Kolibri Electric Breast Pump, dan terus belajar dari tenaga medis, Bunda bisa memberikan ASI terbaik untuk buah hati.
Baca juga: 8 Cara Mengatasi Puting Lecet Saat Menyusui Bayi Baru Lahir
Ingat, setiap tetes ASI sangat berarti untuk tumbuh kembang bayi prematur. Yuk, terus semangat menyusui dan memberikan cinta terbaik untuk anak tersayang!. Jika Bunda butuh perlengkapan menyusui lainnya yang nyaman, higienis, dan modern, kunjungi koleksi lengkap dari GabaG Indonesia di www.gabag-indonesia.com ya!





