Sebagai ibu menyusui, Bunda tentu ingin memberikan yang terbaik untuk si kecil, termasuk memastikan ASI selalu segar dan berkualitas. Namun, tantangan muncul ketika Bunda harus memerah ASI dan menyimpannya untuk diberikan di lain waktu. Banyak Bunda yang masih bingung tentang cara menyimpan ASI yang benar agar tidak basi. Padahal, penyimpanan ASI yang tepat sangat penting supaya nutrisi tetap terjaga dan si kecil bisa tumbuh sehat.
Baca juga: Amankah ASI Basi Bau Tengik Dikonsumsi Bayi?
Cara menyimpan ASI tidak bisa dilakukan sembarangan, Bun. Mulai dari wadah yang digunakan, suhu ruangan, hingga teknik mencairkan ASI beku semuanya harus diperhatikan. Kesalahan kecil bisa membuat ASI basi atau berubah aroma, sehingga bayi enggan meminumnya. Karena itu, pengetahuan tentang cara menyimpan ASI agar tidak basi sangatlah penting bagi setiap ibu menyusui. Kan sayang sudah pumping capek tapi ASI jadi basi kan?.
Agar Bunda semakin pintar, yuk cek di sini cara menyimpan ASI agar tidak basi yang benar!.
Mengapa Harus Tahu Cara Menyimpan ASI yang Tepat
Bunda, memahami cara menyimpan ASI dengan benar bukan hanya soal teknis, tapi juga soal menjaga kesehatan bayi. ASI adalah sumber nutrisi utama untuk bayi, mengandung protein, lemak, vitamin, hingga antibodi alami. Jika penyimpanannya salah, nutrisi tersebut bisa berkurang atau bahkan hilang.
Selain itu, ASI yang tidak disimpan dengan baik bisa menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Tentu Bunda tidak mau kan, bayi mengonsumsi ASI yang sudah terkontaminasi? Dengan cara menyimpan ASI yang benar, Bunda bisa lebih tenang karena tahu bahwa makanan utama bayi tetap higienis dan aman dikonsumsi.
Baca juga: 10 Ciri-Ciri ASI Basi
Alasan lainnya adalah efisiensi. Memerah ASI butuh tenaga dan waktu. Jika ASI terlanjur basi karena disimpan sembarangan, Bunda akan rugi dua kali. Pertama, tenaga yang sudah tercurah terbuang. Kedua, si kecil jadi kehilangan jatah ASI yang seharusnya bisa diminum. Jadi, semua ini bisa membantu Bunda menjaga kualitas ASI sekaligus menghemat waktu.
5 Cara Menyimpan ASI agar Tidak Basi

Berikut beberapa cara menyimpan ASI agar tidak basi yang bisa Bunda terapkan.
1. Pilih wadah penyimpanan yang aman
Gunakan botol kaca, botol plastik bebas BPA, atau kantong ASI khusus yang sudah disterilisasi. Hindari wadah plastik sembarangan karena bisa mengandung bahan berbahaya. Pastikan setiap wadah ditutup rapat agar tidak terkontaminasi udara luar.
Selain itu, usahakan menyimpan ASI dalam porsi kecil, sekitar 60–100 ml per wadah. Tujuannya agar saat mencairkan, Bunda tidak membuang sisa ASI yang tidak diminum bayi. Jangan lupa memberi label berisi tanggal pemerahan supaya tahu mana yang harus digunakan lebih dulu.
Kantong ASI perah GabaG akan memudahkan Bunda menyimpan ASI dengan baik.
2. Perhatikan suhu penyimpanan
Suhu menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas ASI. Berikut panduannya:
- Suhu ruang (25°C): tahan 6 jam.
- Cooler bag dengan ice pack: tahan 24 jam.
- Chiller kulkas (4°C): tahan 5 hari.
- Freezer (-18°C): bisa bertahan hingga 6 bulan.
Dengan memahami durasi ini, Bunda bisa menyesuaikan kebutuhan. Misalnya untuk perjalanan singkat cukup pakai cooler bag, sementara untuk stok jangka panjang bisa disimpan di freezer.
Baca juga: 3 Cara Menyimpan ASI agar Tidak Basi
3. Jangan mencampur ASI baru dengan yang lama
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah mencampur ASI baru diperah dengan ASI yang sudah dingin. Hal ini bisa membuat kualitas ASI menurun. Jika ingin mencampurnya, Bunda harus mendinginkan ASI baru terlebih dahulu hingga suhunya sama dengan ASI lama, barulah bisa digabungkan. Ingat, suhu harus sama ya!.
Selain itu, usahakan jeda pemerahan tidak lebih dari 24 jam jika ingin mencampur. Selalu catat tanggal dan jam memerah agar Bunda tidak keliru saat akan memberikan pada bayi.
4. Jangan mengisi wadah terlalu penuh
ASI yang dibekukan akan memuai. Jika wadah diisi penuh, bisa pecah atau tutupnya terbuka sehingga ASI terkontaminasi. Sisakan ruang sekitar 1-2 cm di bagian atas wadah untuk mencegah hal ini.
Selain itu, wadah yang tertutup rapat juga membantu menjaga aroma dan rasa ASI agar tidak berubah. Walaupun terkadang ASI beku bisa sedikit berbau karena aktivitas enzim lipase, hal ini sebenarnya tidak berbahaya.
Baca juga: 3 Rekomendasi Kantong ASI Double Ziplock yang Freezer Friendly
5. Cairkan ASI dengan cara yang benar
Untuk ASI beku, jangan mencairkan dengan cara direbus atau dimasak, Bun. Itu bisa merusak enzim penting dalam ASI. Cara yang benar adalah:
- Letakkan di kulkas semalaman.
- Rendam wadah dalam air hangat.
- Gunakan bottle warmer (penghangat ASI elektrik).
Jangan pernah mencairkan ASI dengan microwave atau air mendidih. Selain merusak nutrisi, cara tersebut bisa membuat ASI terlalu panas dan berbahaya untuk bayi.
Baca juga: Cara Penyimpanan ASI dengan Kantong ASI dan Cooler Bag GabaG
Kantong ASI dan Tas ASI Cooler Bag GabaG Agar ASI Tidak Mudah Basi
Selain teknik penyimpanan, Bunda juga membutuhkan perlengkapan pendukung yang tepat. Kantong ASI dan Tas ASI Cooler Bag GabaG bisa jadi pilihan andalan untuk menjaga kualitas ASI saat bepergian.
Kantong ASI GabaG dibuat dari bahan food grade, bebas BPA, dan sudah disterilisasi. Setiap kantong dilengkapi dengan sistem double zip agar tidak mudah bocor. Ukurannya juga pas untuk sekali minum bayi, jadi lebih praktis. Kantong ini juga transparan sehingga Bunda mudah melihat kondisi ASI di dalamnya.
Baca juga: Tips Memilih Kantong ASI Anti Bocor yang Perlu Bunda Tahu
Tas ASI Cooler Bag GabaG dirancang khusus untuk mempertahankan suhu dingin lebih lama. Dengan tambahan ice gel, ASI bisa bertahan segar hingga 24 jam saat Bunda beraktivitas di luar rumah. Desainnya stylish, kapasitasnya besar, dan mudah dibawa ke kantor maupun perjalanan jauh.
Dengan menggunakan perlengkapan dari GabaG, Bunda tidak perlu khawatir ASI basi atau kualitasnya menurun. Kombinasi kantong ASI yang aman dan cooler bag yang tahan lama membuat proses memberikan ASI tetap lancar meski Bunda punya aktivitas padat.
Baca juga: Prinsip Manajemen ASIP FIFO LIFO yang Perlu Mommy Tahu
Bunda menyusui memang penuh tantangan, termasuk simpan ASI dengan benar. Dengan memahami cara menyimpan ASI yang benar, kualitas nutrisi bisa tetap terjaga dan si kecil mendapat manfaat maksimal. Mulai dari memilih wadah, memperhatikan suhu, hingga mencairkan ASI dengan cara yang tepat adalah langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Jangan lupa, gunakan produk pendukung seperti kantong ASI dan Tas ASI Cooler Bag GabaG agar penyimpanan makin praktis dan aman, terutama saat Bunda sedang bepergian. Dengan begitu, perjalanan menyusui jadi lebih menyenangkan dan penuh keyakinan bersama GabaG!.





