Placeholder canvas
[xoo_wsc_cart]

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui, Jangan Takut ASI Kurang!

Bagikan :
Picture of Echa
Echa
Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui, Jangan Takut ASI Kurang!

Sudah waktunya umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Ini merupakan kewajiban bagi semua umat muslim yang sudah akil baliq, baik perempuan maupun pria diwajibkan untuk menjalankan puasa selama satu bulan penuh. Termasuk juga Bunda yang sedang berjuang mengASIhi bayinya, wajib tahu hukum puasa bagi ibu menyusui. 

Namun, banyak Bunda yang bertanya tentang hukum puasa bagi ibu menyusui bayi. Apakah tetap wajib dilakukan untuk berpuasa kalau menurut ajaran Islam? Dan jika Bunda berpuasa apakah akan berdampak pada produksi ASI? Karena bayi kan harus minum ASI, sedangkan untuk stok ASI mungkin masih kurang?. 

Tenang Bunda tidak perlu bingung, baik berpuasa maupun menyusui semuanya merupakan ibadah. Bahkan pada sebagian besar ulama sepakat bahwa ibu yang sedang menyusui diperbolehkan untuk berpuasa asalkan kondisi kesehatan Bunda dan bayi memungkinkan. Apalagi mengingat puasa di bulan Ramadan merupakan ibadah yang sangat berarti dan hanya terjadi sekali dalam setahun. Jadi masih ada banyak ibu menyusui yang merasa perlu untuk melaksanakan puasa.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Pompa ASI Handsfree Terbaik 2024

Agar Bunda semakin semangat tentang hukum puasa bagi ibu menyusui, lebih baik simak pada artikel ini jawabannya ya!. Sehingga apapun pilihan puasa atau tidak bisa membuat Bunda tetap dapat beribadah dan menyusui dengan baik. Cek di sini selengkapnya!.

Bolehkah Berpuasa Saat Menyusui Bayi?

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui, Jangan Takut ASI Kurang!

Jika ini yang Bunda tanyakan apakah boleh ibu menyusui tetap berpuasa, jawabannya adalah boleh. Tapi ibu yang sedang menyusui juga diperbolehkan untuk tidak berpuasa. 

Dalam hukum puasa untuk ibu menyusui, Bunda diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika berpuasa dapat membahayakan kesehatan anak, ibu, atau keduanya. Dan Bunda diberikan kemudahan untuk menggantikan puasa bulan suci ini dengan puasa di hari lain selain bulan Ramadan (Qadha) hingga setahun ke depan.

Selain itu, Bunda yang tidak berpuasa dapat membayar fidyah selain mengganti puasa. Jadi dipilih yang termudah dan bisa dilakukan oleh ibu menyusui yang memutuskan tidak berpuasa. Fidyah ini biasanya berupa satu mud makanan pokok untuk setiap hari yang tidak berpuasa. Makanan pokok tersebut diberikan kepada orang miskin atau fakir, dengan satu mud sekitar 675 gram beras.

Baca Juga: Menu Buka Puasa Untuk Diet Rendah Kalori Tidak Bikin Gemuk, Wajib Coba ya Bunda!

Namun jangan lupa, bagi ibu menyusui yang memutuskan untuk tidak berpuasa harus berdasarkan informasi medis. Jadi langsung konsultasikan pada dokter, apakah bisa untuk berpuasa atau tidak ya Bunda. 

Perhatikan Usia Bayi Bunda

Perlu Bunda tahu, bayi wajib hanya minum ASI selama 6 bulan setelah lahir ke dunia. Setelah masuk masa MPASI, Bunda bisa mengoptimalkan pemberian makan sehat gizi seimbang setiap harinya sesuai usia. Karena itu hukum puasa bagi ibu menyusui juga melihat usia bayi. Faktor usia bayi ini akan sangat berpengaruh pada pertimbangan utama keputusan ibu menyusui apakah akan berpuasa atau tidak selama bulan Ramadhan. 

Bagi bayi yang berusia di bawah 6 bulan dan masih sangat bergantung pada ASI, disarankan agar Bunda tidak berpuasa. Namun, jika bayi telah berusia lebih dari 1 tahun, sudah mulai menerima makanan pendamping ASI, dan hanya mengonsumsi ASI beberapa kali sehari, maka ibu menyusui dapat memilih untuk berpuasa.

Namun kembali lagi, semua dikembalikan pada diri Bunda dan bayi masing-masing ya!. Karena memang ada kemudahan dalam Islam bagi ibu menyusui akan puasa atau tidak.

Ketika Berpuasa Apakah Produksi ASI berkurang?

Hukum Puasa Bagi Ibu Menyusui, Jangan Takut ASI Kurang!

Bagi para ibu menyusui, mungkin salah satu kekhawatiran yang muncul ketika berpuasa saat menyusui adalah terkait penurunan produksi ASI yang dianggap berkurang selama menjalankan berpuasa. Namun, faktanya, berkurangnya asupan kalori saat berpuasa tidak secara signifikan mempengaruhi produksi ASI. Penurunan berat badan bisa memengaruhi kandungan lemak dalam ASI, tetapi tidak mengganggu volumenya. Karena cadangan lemak tubuh yang dapat digunakan untuk memproses pembuatan ASI tetap berjalan baik. Jadi produksi ASI tidak mengalami penurunan meskipun ibu menyusui menjalani puasa ya Bunda. Meskipun produksi ASI tetap stabil, kandungan mikronutrien (vitamin & mineral) dalam ASI dapat menurun.

Apalagi yang perlu Bunda ingat, bahwa puasa atau tidaknya seorang ibu menyusui bukan bergantung pada ketersediaan stok ASI. Ibu yang tidak memiliki stok ASI yang cukup tetap diperbolehkan untuk berpuasa. Begitupun bagi ibu yang memiliki stok ASI yang banyak juga diperbolehkan untuk berpuasa. Karena baik puasa dan menyusui sama-sama merupakan ibadah yang dijalankan dengan niat yang tulus.

Baca Juga: 10 Menu Buka Puasa untuk Anak, Dijamin Doyan!

Mungkin banyak ibu menyusui yang merasa khawatir akan penurunan produksi ASI di awal puasa. Sebenarnya Bunda cukup memperhatikan asupan nutrisi yang baik dan mengatur aktivitas sehari-hari secara bijak. Karena memang seluruh asupan gizi (Kecuali vitamin A, E, dan C) cenderung menurun selama bulan Ramadan, termasuk bagi ibu menyusui. 

Namun Bunda bisa menjaga produksi ASI agar tetap banyak, jadi penting bagi ibu menyusui untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi harian, termasuk dengan mengonsumsi buah dan sayuran selama sahur dan berbuka puasa. Jangan lupa juga konsumsi makanan yang mengandung tinggi air guna mencegah dehidrasi, karena dehidrasi dapat mengakibatkan penurunan produksi ASI.

Tapi bila dirasakan penurunan jumlah ASI sangat berkurang, Bunda wajib membatalkan dan menggunakan rukhsoh keringanan dalam hukum puasa bagi ibu menyusui. Apalagi itu terjadi pada bayi yang berusia di bawah enam bulan, jadi bisa mengganti puasa atau membayar fidyah ya Bunda. 

Jaga Hidrasi Tubuh dengan Baik Agar ASI Tidak Berkurang

Tubuh manusia dirancang dengan cermat sehingga puasa pada dasarnya tidak akan berdampak negatif pada kesehatan. Namun, terkadang terjadi situasi di mana kadar gula darah menurun. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti pusing, lemas, dan haus.

Jika Bunda mengalami gejala-gejala ini, segera hentikan puasa ya. Ini menandakan bahwa Bunda mungkin sudah mengalami dehidrasi. Dehidrasi pada ibu menyusui dapat mengakibatkan penurunan produksi ASI, yang pada gilirannya dapat mengurangi asupan ASI bayi. Makanya saat sedang menyusui biasanya diminta untuk memperbanyak asupan minum, karena memang sangat penting bagi banyaknya ASI yang dihasilkan.

Baca Juga: Rekomendasi Dokter Anak di Jakarta dan Sekitarnya

Kalau Bunda mengalami dehidrasi saat berpuasa, berikut beberapa hal yang harus dilakukan: 

  1. Hentikan puasa segera.
  2. Konsumsi minuman isotonik.
  3. Istirahatlah secepatnya dan perbanyak tidur.
  4. Jika dalam waktu 30 menit Bunda masih merasa tidak nyaman, segera konsultasikan dengan dokter.
  5. Jangan lupa mengonsumsi buah yang banyak mengandung air untuk mengembalikan tubuh kembali normal

Demikianlah beberapa fakta tentang produksi ASI dan aturan berpuasa bagi ibu menyusui. Pada akhirnya, semua keputusan untuk berpuasa atau tidak saat menyusui harus didasarkan pada pertimbangan medis dan agama yang bijak. Hukum puasa bagi ibu menyusui dalam Islam sangat dipermudah kok Bunda. 

Jangan lupa untuk selalu konsultasikan dengan tenaga medis atau ulama yang kompeten untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan agama. Ingat ya Bunda apapun keputusan Bunda untuk berpuasa atau tidak selama dalam jalan menyusui bayi itu tetap dianggap ibadah. Tidak perlu berkecil hati, selama ibu dan bayi sehat di bulan suci Ramadan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjawab apa yang Bunda cari tentang hukum puasa bagi ibu menyusui. Semoga berkah ya Bunda di bulan Ramadan yang suci ini.

Produk Terbaik

Produk Terbaik

JualGabag – Handsfree Breastpump – Kolibri IMAX Breastpump

FREE STATER PACK & FREE VOUCHER KONSULTASI

Rp699.000

FREE STATER PACK & FREE VOUCHER KONSULTASI

13% OFF

Rp879.000

5/5

2,8RB Terjual

JualGabaG Tas Asi – Cooler Bag – Backpack Sling Double Compartment Nirmala / Juwita / Onyx / Praya / Tora / Embun / Nathan / Boston / Yuna

32% OFF

Rp289.000

5/5

2,9RB Terjual

JualGabag – Handsfree Breastpump – Kolibri Maximo Breastpump

FREE STATER PACK & VOUCHER KONSULTASI

Rp1.130.130

FREE STATER PACK & VOUCHER KONSULTASI

13% OFF

Rp1.299.000

5/5

1,7RB Terjual

JualSesi Konselor Menyusui GabaG

ONLINE & HOME VISIT

Rp200.000

ONLINE & HOME VISIT

0% OFF

Rp200.000

5/5

200 Terjual

JualGabag – Handsfree Breastpump – Kolibri Minimax Breastpump

FREE STATER PACK & VOUCHER KONSULTASI

Rp912.630

FREE STATER PACK & VOUCHER KONSULTASI

13% OFF

Rp1.049.000

5/5

1,2RB Terjual

JualGabagKids Double Lunch Bag (medium) – Tas Bekal anak

FLASH SALE JAM 12.00

Rp126.000

FLASH SALE JAM 12.00

40% OFF

Rp210.000

5/5

212 Terjual

JualMagic Pack Mermaid – Penghangat Bekal

FLASH SALE JAM 12.00

Rp29.000

FLASH SALE JAM 12.00

40% OFF

Rp49.000

5/5

78 Terjual

JualGabaG Tas Asi – Backpack Cooler Bag 2 in 1 KINAN / PEANUT ( Laptop Fit)

20% OFF

Rp432.000

5/5

224 Terjual

JualGabaG – Ice Gel Pack New Edition 200ml – Hot Gel Pack 200ml

26% OFF

Rp10.000

5/5

10RB+ Terjual

JualGift Card Voucher GabaG

Hemat s.d 100RB

Rp95K - 900K

Hemat s.d 100RB

10% OFF

Rp100K - 1.000K

5/5

113 Terjual

Trending Artikel

Metode-tes-kehamilan-dengan-jari
Uncategorized
Metode Tes Kehamilan dengan Jari: Apakah Ini Efektif?
Cara Meningkatkan Produksi ASI agar Lebih Melimpah
Ibu Hamil & Menyusui
Cara Meningkatkan Produksi ASI agar Lebih Melimpah
Kehamilan Ektopik: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Uncategorized
Kehamilan Ektopik: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
cara-menghitung-usia-kehamilan-dengan-akurat
Uncategorized
Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Akurat
10 Tips Mudik Bawa Bayi yang Aman dan Anti Repot
Ibu dan Anak
10 Tips Mudik Bawa Bayi yang Aman dan Anti Repot
Cara Mengelola Uang THR Anak dengan Cerdas
Ibu dan Anak
5 Cara Mengelola Uang THR Anak dengan Cerdas, Jangan Dihabiskan ya Bunda!
Keranjang Anda0
There are no products in the cart!
0
Pilih Kupon di Bawah
Scroll to Top